PATI - Sejumlah persoalan tentang dunia pertanian dan perikanan tangkap disampaikan masyarakat kepada politikus Partai Demokrat Amal Alghozali.
Dalam program bincang-bincang "Sambat Pakdhe Amal" itu masyarakat mengeluhkan persoalan yang sangat merugikan petani salah satunya adalah pupuk subsidi yang dikurangi.
Selain itu masyarakat juga mengeluhkan kondisi dunia perikanan tangkap yang penuh aturan njlimet dan menyusahkan, termasuk dengan banyaknya pungutan-pungutan yang dirasa memberatkan para nelayan pelaku perikanan tangkap di Juwana dan sekitarnya termasuk Rembang dan nelayan Pantura hingga Jawa Barat. Bahkan hal itu sempat membuat pelaku perikanan tangkap sampai demonstrasi berkali-kali.
"Sebenarnya masyarakat di kota tidak suka kalau ada demo. Tapi mohon dipahami. Mereka petani dan nelayan ada akhlak. Kalau ada kebijakan keputusan yang dianggap merugikan mereka ini diam. Mereka ngalah," kata pria yang lama menjadi Ketua DPP Partai Demokrat yang membidangi pangan tersebut.
Masalahnya, lanjut Amal, ngalah dan diamnya petani dan nelayan itu sudah lama. Mereka ngalah soal pupuk ini sudah lama. Masalah solar baik petani dan nelayan juga lama ngalah.
"Petani rekoso (kesulitan) nyari solar untuk membajak sawah mereka ngalah. Ngurus izin macam-macam mereka ngalah. Padahal ini untuk pangan. Mereka masih ngalah masih mau (bekerja) demi perut. Kalau sudah ngalah lama dan masih dikuyo-kuyo (dipersulit) aturan perizinan, mereka akan alih profesi. Kalau sulit terus mereka akan merantau," lanjutnya.
Dikhawatirkan anak mudanya tidak mau urusan dengan kerjaan pertanian dan perikanan. Karena sektor ini tidak menjanjikan.
"Kalau mereka sudah ngalih (berpindah) tetap dikuyo-kuyo mereka akan ngamuk ini yang bahaya. Sebelum orang-orang ini yang memproduksi pangan ini ngamuk, ini harus dibenahi diselesaikan semua problem itu melalui keputusan politik," tegas Amal. (aua/him)
Editor : Ali Mustofa