PATI – Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kini meningkat di Pati. Penyakit yang disebabkan infeksi virus dan bakteri itu tak menyerang semua jenjang usia. Yakni usia anak-anak, remaja hingga dewasa.
Berdasarkan Dinkes Pati, disebutkan pasien di Puskesmas didominasi terjangkit ISPA. Bahkan menjadi kasus tertinggi di sjeumlah puskesmas di Pati.
”ISPA menduduki ranking pertama di puskesmas. Beberapa juga ada kenaikan diare. Beberapa puskesmas membetulkan jika kasus ISPA naik. Banyak permintaan obat antibiotik yang biasa digunakan untuk ISPA,” tandasnya.
Contoh kasus ISPA jenis pneumonia semester 1 tahun ini ada 1.906 kasus. Rinciannya, ISPA pneumonia usia kurang dari 1 tahun ada 875 kasus. Lalu, pneumonia usia 1-5 tahun 1.023 kasus. Kemudian pneumonia berat usia kurang dari satu tahun ada kasus, sementara usia 1-5 tahun ada enam kasus.
ISPA sendiri merupakan infeksi virus atau bakteri yang memengaruhi hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Infeksi ini biasanya sembuh dalam waktu 7-10 hari.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati, selain usia anak juga menyerang usia muda dan dewasa. Bahkan rata-rata yang terkena ISPA di usia 19-40 tahun.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Joko Laksono mengatakan, meningkatnya penyakit ISPA ini disebabkan karena perubahan cuaca. Selain itu suhu lingkungan yang tidak stabil. Ciri-ciri khusus bagi pengidap virus ISPA, di antaranya pasien mengalami demam disertai batuk flu dan sejenisnya.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan penyakit ISPA ini. Sebab, jika dibiarkan begitu saja, akan sangat berbahaya dalam jangka waktu lama. Bahkan, bisa menimbulkan kematian.
Kematian bisa terjadi karena penyakit yang sudah parah, kurangnya perawatan dan pengobatan yang tidak sesuai. “ISPA sebaiknya mendapatkan pengobatan sejak dini karena jika tidak akan mudah menjadi parah sehingga menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (adr/him)
Editor : Ali Mustofa