PATI - SMP Negeri 1 Gunungwungkal Pati bakal menampilkan kolaborasi wayang dan ketoprak dalam Pentas Duta Seni di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, pada hari Sabtu 22 Juli mendatang.
Pentas bakal dimulai pukul 09.00 hingga selesai. Pentas Duta Seni Jawa Tengah merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah di Anjungan Jawa Tengah TMII. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang kepada kabupaten/ kota untuk mempromosikan kekayaan seni budayanya di Ibu Kota Jakarta. Serta memberikan ruang apresiasi, ekspresi dan aktualiasasi bagi para pelaku seni dalam melestarikan budaya.
Penjabat (PJ) Bupati Pati Henggar Budi Anggormemberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada perwakilan Kabupaten Pati yaitu SMPN 1 Gunungwungkal.
“Saat ini saya bersama dengan siswa-siswi SMPN 1 Gunungwungkal, yang tahun ini mewakili Kabupaten Pati sebagai duta seni yang akan menggelar karya di Anjungan Jawa TMII. Saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada SMP Negeri 1 Gunungwungkal yang telah mempersiapkan pagelaran ini, semoga berjalan lancar dan sukses.” ungkap Henggar saat memberikan video dukungan kepada tim SMPN 1 Gunungwungkal.
Lebih lanjut Henggar mendorong masyarakat untuk menyaksikan Pentas Duta Seni. “Pada kesempatan ini, saya mengajak semua warga Pati di manapun anda berada, mari kita saksikan penampilan Duta Seni Kabupaten Pati," paparnya.
Sementara itu terpilihnya SMPN 1 Gunungwungkal sebagai Duta Seni Jawa Tengah tahun ini karena komitmen warga sekolah dalam upaya melestarikan seni dan budaya.
"Kecintaan terhadap seni dan budaya, dan kepedulian terhadap kelestarian budaya telah dibuktikan melalui suksesnya beberapa tampilan kesenian di beberapa destinasi wisata di wilayah Kabupaten Pati," ungkap Kepala SMPN 1 Gunungwungkal, Anwar Mashudi.
Pagelaran yang akan ditampilkan siswa-siswi SMPN 1 Gunungwungkal di Pentas Duta Seni merupakan kolaborasi dari beberapa jenis seni yaitu kolaborasi wayang kulit, wayang orang dan seni kethoprak dengan tajuk “Babad Kutha Pathi”.
Penampilan ini diharapkan akan menginspirasi para pecinta seni dan generasi muda lainnya untuk semakin giat berkreasi dan berkarya, yang selanjutnya diharapkan dapat semakin menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya. Dengan demikian, kesenian dan kebudayaan yang ada akan tetap lestari dan tertanam di hati generasi muda tanpa harus takut tergerus oleh arus zaman. (aua)
Editor : Ali Mustofa