Waktu itu (28/3/2023), warga Desa Puncel menggelar unjuk rasa lantaran Jalan Pati-Jepara utara mengalami kerusakan sepanjang 21 km. Klub Liga Inggris MU ikut dibawa-bawa oleh warga.
Mereka membawa berbagai poster grup Inggris itu. Aksi warga mempertanyakan kualitas aspal yang digunakan. Sebab banyak lubang yang tersebar di sana. Mereka menayangkan ini jalan atau gawang emyu. ”Aspal jebol di mana-mana. Itu jalan atau gawang emyu??” bunyi salah satu baner itu.
Mereka mengibarkan baner di jalan yang rusak ini seperti gawang Setan Merah yang mudah dibobol musuh bebuyutan (Liverpool). Pada 5 Maret lalu, klub asuhan Ten Hag ini menelan pil pahit setelah kalah melawan Liverpool dengan skor menyakitkan 7-0.
Sementara saat ini, ada pengerjaan di ruas tersebut. Wilayah Kecamatan Dukuhseti yang bebatasan dengan Kabupaten Jepara dengan Kecamatan Dukuhseti menuju Kecamatan Tayu mulai diperbaiki.
Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Pemprov Jateng, untuk jalan Dukuhseti berbatasan dengan Jepara itu panjang jalan 10 kilometer. Satu kilometer diperbaiki dengan anggaran Rp 1 miliar. Yang sembilan kilo sisanya dengan anggaran pemeliharaan.
Kepala DPUBMCK Pemprov Jateng Hanung Triyono menuturkan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemkab Pati soal ruas jalan Puncel itu. Hal itu, untuk menanggapi keluhan warga soal jalan rusak. ”Kami berkoordinasi dengan Pemkab Pati. Untuk saat ini sudah selesai dilakukan perbaikan,” katanya pada Senin (8/5).
Di sisi lain, Kasi Bidang Jalan Bina Marga Kabupaten Pati Hasto Utomo mengatakan perbaikan jalan tersebut akan terus dilakukan. Pihaknya juga telah mengusulkan pada anggaran perubahan APBD Kabupaten 2023, Banprov 2023, dan juga Inpres Pemerintah pusat. (adr/him) Editor : Ali Mustofa