Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Penampakan Jalur Alternatif Pantura di Juwana Pati Rusak dan Berdebu

Ali Mustofa • Kamis, 6 April 2023 | 23:26 WIB
RUSAK: Pengguna jalan melintasi jalur jembatan Juwana selatan kemarin. (ANDRE FADIHIL FALAH/RADAR KUDUS)
RUSAK: Pengguna jalan melintasi jalur jembatan Juwana selatan kemarin. (ANDRE FADIHIL FALAH/RADAR KUDUS)
PATI - Jembatan Juwana sudah dibuka setelah pengerjaan rekontruksi sejak Mei tahun lalu. Semenjak dibangun, kendaraan diarahkan ke jembatan lama (selatan, jalur alternatif). Kini kondisi jalan tersebut rusak dan berdebu.

Dari Alun-alun Juwana menuju jembatan lama jalannya mulai rusak. Nampak beton-beton pecah. Pengguna jalan padat merayap di sana. Kerusakan jalan salah satunya turut Desa Doropayung, Juwana.

Jalan yang berada di dekat jembatan sebelah selatan itu juga ambles. Selain itu kondisi yang juga berbedu membuat pengendara tak nyaman melewati jalan ini.

Perangkat Desa Doropayung, Soleh menuturkan, kerusakan ini terjadi lantaran jalan ini menjadi tumpuan saat proyek Jembatan Juwana Utara dibangun. Kendaraan bermotor hingga truk bermuatan berat melewati jalan ini sejak 22 Mei 2022 lalu hingga 1 April 2023.

Saat ini kondisi jalan yang ada di sekitar Jembatan Juwana Selatan atau Lingkar Juwana  itu berlubang dengan kedalaman cukup dalam. Jalan sepanjang 1,5 kilometer ini juga berdebu sehingga membuat jarak pandang terganggu.

”Kalau lubang tidak banyak lagi. Parah. dihitung jari sudah tidak bisa. Harapan warga segera diperbaiki. Karena rawan kecelakaan. Kalau malam tidak tahu ada lobang bisa kecelakaan,” tukasnya.

Kerusakan jalan tersebut disinyalir karena beban yang dilalui over. Sebelumnya, lajur kendaraan di jalur itu satu lajur saja.

”Setelah adanya pembangunan Jembatan Juwana (utara) yang baru, kondisi yang lama malah semakin parah. Karena saat pembangunan dipakai dua jalur. Sebelumya satu jalur,” kata Soleh.

Harapannya, ruas jalan ini segera diperbaiki sebelum peresmian Jembatan Juwana Utara. Pasalnya, bila tak kunjung diperbaiki, dikhawatir terjadi kecelakaan di jalan ini. Terutama saat malam. Mengingat minimnya penerangan jalan.

”Setelah jembatan Juwana dibuka ujicoba, masih ada kendaraan yang lewat sini. Karena kemarin sempat macet total. Keinginan kami keselamatan. Karena rusaknya parah dan debunya seperti debu Gunung Merapi pindah sini,” tandas dia. (adr/him) Editor : Ali Mustofa
#pati #juwana pati #jembatan juwana #jalan rusak dan berdebu #jalur alternatif pantura