Baca Juga : Terendam Banjir, Begini Kondisi Jalur Alternatif Pati-Rembang
Data yang dihimpun dari Pemerintah Desa Doropayung, ada sebanyak 691 rumah terendam dan 800 rumah lainnya ikut terdampak. Sementara, sedikitnya 1.800 lebih jiwa yang terdampak.
Banjir terjadi sejak Kamis (2/3) lalu, akibat intensitas hujan yang tinggi. Banjir ini menjadi yang kedua setelah banjir pada tahun baru lalu yang sempat surut sekitar 2 pekan lebih.
Riyanto salah seorang warga yang terkena banjir hanya bisa pasrah rumahnya terendam lagi. Sebelumnya, banjir di rumahnya sempat surut. Namun, sejak Kamis (2/3) malam air mulai masuk. Barang-barang elektronik diungsikan ke tempat saudaranya yang rumahnya agak tinggi.
“Ini banjir lagi, lebih parah dari yang sebelumnya. Aktivitas jadi terhambat. Di dalam rumah sampai setinggi perut saya. Ini Alhamdulillah sudah surut sekitar 30 centimeter,” terang warga RT 4/RW 2 itu sambil bersih-bersih tembok rumahnya.
Air banjir sendiri berwarna coklat keruh, air bercampur lumpur. Karena itu ketika banjir perlahan surut, Riyanto meyicil bersih-bersih rumah. Khususnya di bagian tembok.
“Airnya campur lumpur, kalau tidak cepat dibersihkan nanti keraknya susah hilang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap banjir segera surut. Selain itu pihaknya juga berharap ada bantuan dari pemerintah. Saat ini belum ada bantuan yang diterimanya.
“Untuk makan masak sendiri, saya bersama keluarga ngungsi di rumah saudara,” paparnya.
Sementara itu, ratusan warga mengungsi di bekas stasiun di desa tersebut. Mereka mendirikan bilik-bilik secara mandiri. Sriyati, salah seorang pengungsi mengaku di tempat pengungsiannya masih minim bantuan.
Sriyati bersama keluarganya sudah tinggal di pengungsian ini sejak banjir pertama pada tahun baru kemarin, kemudian banjir sempat surut dia beserta keluarganya pulang ke rumah sekitar 2 minggu lebih. Setelah itu awal bulan ini pada Kamis (2/3) banjir kembali merendam rumahnya, dia kembali mengungsi lagi.
“Susah dan capek sekali tinggal di pengungsian. Untuk makan sehari-hari makan masak sendiri ini, hanya kalau malam saja dapat nasi ransuman. Semoga mendapat perhatian pemerintah,” pungkasnya. (aua/khim) Editor : Abdul Rokhim