Kendaraan roda dua dan empat tak bisa melintas di sana. Kerap macet hendak melintasi jalur Jakenan-Jaken itu.
"Hari ini surut 5 senti meter. Namun, tetap tak bisa dilewati jalur Tondomulyo-Glonggong," kata Kepala Desa Tondomulyo, Jakenan, Nur Yahya.
Beberapa pesepeda motor dan mobil terjebak di banjir itu. Warga setempat membantu mendorongnya.
Sementara, pihak pemerintah desa menutup akses jalan Dukuh Guyangan, Desa Tondomulyo arah Desa Glonggong.
"Kami menutup jalan Guyangan-Glonggong karena tak bisa dilewati kendaraan. Pengguna jalan biar tahu dan lewat jalur lain saja. Banyak motor dan mobil yang macet di sini " paparnya.
Banjir tersebut diperkirakan buangan dari desa tetangga. Kondisi tanah di Tondomulyo landai. "Banjir di sini kiriman dari desa tetangga," katanya.
Sementara di jalur alternatif turut Desa Glonggong, Jakenan sudah bisa dilewati. Sebelumnya kedalaman banjir di sana mencapai 1 meter.
Di tambah kondisi jalan yang berlubang mengakibatkan pengguna jalan harus was-was. Kendaraan juga bisa macet karena kedalaman lubang kisaran 30 senti meter.
"Jalan Winong-Jakenan-Jaken sudah aman. Hanya jalan berlubang besar-besar. Glonggong-Guyangan tak bisa dilewati roda dua maupun empat," papar Kades Glonggong, Jakenan Rukin Prasetyo.
Pengguna jalan pun bingung hendak menuju Rembang dari Pati. Banyak jalur alternatif yang terendam banjir.
"Jalur yang dari Gabus-Winong (tembus pasar Winong) juga kebanjiran. Kemarin aksesnya ditutup. Bisanya melintasi tugu Gabus dekat SPBU arah Winong. Tapi jalannya parah," terang salah satu pengguna jalan, Fafa. (adr/khim) Editor : Abdul Rokhim