Baca Juga : Imbas Kemacetan Parah di Pantura Batangan-Rembang, Sopir Pilih Puasa hingga Tidur di Atas Truk
Diketahui, banjir tersebut terjadi lantaran curah hujan yang tinggi sehingga membuat sungai desa setempat meluap sekira pukul 01.00 dini hari. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Desa Dukuhseti, Ahmad Rifa'i bersama perangkat dan Babinsa setempat pun bergegas untuk langsung terjun ke masyarakat. Mereka melihat langsung kondisi di laprangan serta memberikan dukungan moril kepada warga yang terdampak.
"Semoga banjir ini segera surut, kami berharap masyarakat bersabar karena ini merupakan siklus alam saat musim hujan tiba," jelasnya.
Selain itu, Ahmad Rifa'i juga menambahkan, kondisi tersebut terjadi lantaran sungai Lenggi dan Silugonggo yang ada di desa setempat merupakan muara dari beberapa anak sungai. Sehingga, ketika curah hujan yang tinggi dapat membuat air meluber hingga ke pemukiman hingga persawahan.
"Selain itu di ujung sungai banyak perahu yang bersandar, sehingga kami berharap kondisi seperti ini segera mendapat perhatian dan ditangani," jelasnya. (*) Editor : Abdul Rokhim