Data yang dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, sebelas desa yang tergenang banjir antara lain adalah Kasiyan, Gadudero (Sukolilo), Desa Banjarsari, Mintobasuki, Kosekan, Tanjang, Babalan (Gabus), Gajahmati, Mustokoharjo (Pati Kota), Banyutowo dan Dukuhseti (Kecamatan Dukuhseti).
“Ratusan rumah di belasan desa itu tergenang. Selain itu, jalan desa hingga lahan ratusan hektare pertanian juga tergenang air. Ketinggian air bervariasi antara 10 centimeter hingga 100 centimeter. Banjir ini disebabkan meningkatkan intensitas hujan sejak beberapa hari terakhir. Ini membuat Sungai Silugonggo meluap dan menggenangi lahan pertanian hingga pemukim warga,” jelas Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya.
Kenaikan air banjir dan meluasnya rumah yang turut tergenang banjir seperti terjadi di Desa Mintobasuki Kecamatan Gabus. Sekretaris Desa Mintobasuki, Abdul Mustaji mengungkapkan, saat ini ada 103 rumah yang terendam banjir. Sebelumnya hanya 88 rumah yang terendam.
Kenaikan tinggi air sekitar 30 centimeter. Pada Jumat (24/2) ketinggian banjir berkisar 5 – 50 centimeter. Sedangkan kemarin dilaporkan ketinggian airnya berkisar 20 – 80 centimeter. “Ya sejak kemarin mulai naik dan semakin meluas banjirnya,” paparnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Desa Mustokoharjo, Agus Supriyadi, pihaknya menyebut banjir di wilayahnya turut meluas sejak Minggu (26/2) kemarin. Sehari sebelumnya, banjir hanya menggenangi sekitar 25 rumah.
”Saat ini banjir masuk ke dalam rumah warga. Lebih dari 50 rumah warga yang kemasukan air. Jalan desa juga tergenang. Ketinggian bervariasi 25 centimeter hingga 50-an centimeter,” imbuh dia.
Meskipun demikian, warga Mustokoharjo masih bertahan di rumah masing-masing. Bagi mereka banjir ini masih kecil. ”Warga sini kalau rumahnya tidak tenggelam, tidak mengungsi. Selagi masih bisa memasak tidak mengungsi,” pungkasnya. (aua/him) Editor : Ali Mustofa