Ada puluhan pelaku IKM makanan ringan yang mengikuti pelatihan ini. Mereka membawa produk-produk untuk dikurasi langsung oleh tim dari toko swalayan Alfamart. Produk yang dibawa seperti kripik, gula merah, kopi, dan aneka makanan ringan lainnya.
Para peserta tampak antusias menyimak paparan dari tim Alfamart yang akan mengurasi produk mereka untuk masuk ke jaringan Alfamart.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati Hadi Santosa di perda diatur ada space 5 persen bagi pelaku IKM. Hal ini yang harus dimanfaatkan agar IKM ini bisa semakin maju.
"Hari ini kami mengundang sekitar 50-an pelaku IKM makanan ringan. Sebenarnya yang tertarik sangat banyak ada 200-an tapi karena keterbatasan jadi tidak bisa semuanya," jelas Hadi.
Lebih lanjut pihaknya berharap kepada pelaku IKM agar memperhatikan prosedur perizinan dan standar mutunya untuk bisa masuk ke retail modern.
"Memang butuh proses tidak bisa serta merta, karena itu kita berupaya menjalin komunikasi dan kerjasama dengan toko swalayan untuk memfasilitasi supaya pelaku IKM dan pihak toko swalayan ketemu. Sehingga tau apa yang diinginkan," paparnya.
Sementara itu Regional Corcom Manajer PT Sumber Alfaria Trijaya Muhamad Faruq Asrori mengungkapkan pihaknya selalu membuka komunikasi dengan pelaku IKM agar bisa tumbuh dan berkembang melalui jaringan toko swalayan yang dimiliki.
"Banyak keuntungan produk IKM bisa masuk ke toko kami. Karena otomatis ada jaminan mutu produk, serta kepastian mendapat konsumen secara jelas. Sementara ini produk IKM masih sedikit yang masuk karena kurangnya komunikasi. Kalau sudah ketemu seperti ini kita siap memfasilitasi nanti keinginannya seperti apa bisa ketemu. Yang jelas produk yang bisa masuk harus punya perizinan seperti P-IRT misalnya," pungkasnya. (aua) Editor : Ali Mustofa