Terdengar alunan lagu Iwan Fals dari radius 1 kilometer dari Gedung DPRD Pati. Para nelayan memutar lagu legend itu. Sembari berjogetan menyuarakan keberatan mereka terkait PNBP.
Jumat (13/1) para nelayan demo di depan DPRD Pati pukul 09.00. Mereka menggunakan sepeda motor, mobil pickup. Menggunakan alat pengeras suara mereka berorasi di depan gedung DPRD. ”Kami sadar DPRD Kabupaten Pati tidak mempunyai wewenang untuk PNBP 10 persen. Tapi kami harap ikut menyetujui tuntutan kami,” ujar salah satu orator, Hadi Sutrisno.
”Jangan peras para nelayan. UU Cipta Kerja dinyatakan inkonstitusional setelah itu diam-diam malahan mengeluarkan PP. Kebutuhan kita tinggi, biaya operasional tinggi sehingga pulang-pulang dari laut kita cacaran,” paparnya.
Unjuk rasa pun sempat memanas. Para nelayan meminta masuk DPRD Pati. ”Buka pintunya. Biarkan kita masuk,” teriak para nelayan itu.
Kepolisian beserta Satpol PP setempat mempertahankan gerbang DPRD supaya tak terbuka.
”Tolong jangan ricuh. Tetap tenang,” papar petugas keamanan itu.
Salah satu nelayan juga turut meredam beberapa nelayan yang memanas itu.
Mereka juga membawa kertas yang berisikan keluh-kesah para nelayan. Kertas orasi itu diangkat sembari menerikkan keluhannya. ”PNBP 10% no, 3% yes,” ”Stop penangkapan ikan terukur,” ”KKP tolong jangan peras kami,” begitulah beberapa tulisan yang tertera pada kertas para nelayan.
”Kami menentang kebijakan yang tak berpihak kepada nelayan, kepada pelaku perikanan. sehingga kapal mengalami kerugian kemunduran sehingga berdampak kepada ABK,” ujar Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Hadi Sutrisno. (adr) Editor : Ali Mustofa