Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kondisi Hutan Gundul dan Maraknya Tambang Liar Jadi Biang Kerok Banjir Bandang di Pati

Ali Mustofa • Selasa, 29 November 2022 | 17:40 WIB
AKIBAT GUNUNG GUNDUL: Banjir bandang mengakibatkan rumah terendam di Desa Prawoto, Sukolilo, Minggu (27/11).  (DOKUMEN BPBD FOR RADAR KUDUS)
AKIBAT GUNUNG GUNDUL: Banjir bandang mengakibatkan rumah terendam di Desa Prawoto, Sukolilo, Minggu (27/11).  (DOKUMEN BPBD FOR RADAR KUDUS)
PATI – Banjir bandang yang sering melanda Kabupaten Pati diduga karena dampak gundulnya hutan dan aksi penambangan di pegunungan Kendeng. Misalnya banjir di Kecamatan Sukolilo. Dalam satu tahun ini terhitung sudah tiga kali terjadi banjir bandang di wilayah itu. Banjir bandang terakhir terjadi Minggu (27/11) petang.

“Sering terjadi banjir bandang. Tapi banjir bandang cepat surut. Biasanya berlangsung sekitar satu jam. Penyebabnya adalah tambang liar dan hutan gundul karena minim tanaman keras. Mayoritas ditanami jagung,” papar Kasi Kedaruratan BPBD Pati Budi kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Diberitakan sebelumnya banjir bandang melanda wilayah Desa Prawoto, Sukolilo. Hal itu karena hujan lebat di wilayah itu dan sekitarnya. Membuat sungai tidak mampu menampung debit air. Sehingga air sungai meluap ke Jalan Raya Sukolilo - Prawoto. Banjir terjadi sekitar pukul 16.00 Minggu (27/11).

Lokasi yang terdampak banjir bandang antara lain, Jalan Raya Sukolilo - Prawoto atau di Desa Wegil Dukuh Duwan perbatasan dengan  Desa Prawoto; Dukuh Sawahan, Desa Wegil; dan Dukuh Perangan, Desa Prawoto.

Selain di Kecamatan Sukolilo, banjir bandang juga menerjang tiga kecamatan lain yaitu Margoyoso (Desa Ngemplak Kidul), Trangkil (Desa Mojoagung), dan Jakenan (Desa Glonggong dan Desa Sembaturagung). Rata-rata tidak ditemukan korban jiwa maupun materil. Hanya ada satu rumah rusak di Desa Ngemplak Kidul, Margoyoso.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati Martinus Budi Prasetyo mengungkapkan tidak ada korban nyawa dalam peristiwa itu. Hanya ada kerugian materiil yang menurutnya tidak signifikan.

”Terdapat satu rumah rusak yaitu milik Pak Sunardi warga Desa Ngemplak Kidul dan beberapa surat-surat penting, surat-surat kependudukan di rumah itu rusak,” paparnya.

”Langkah-langkah BPBD setelah kejadian tadi malam mengirim armada di Mojoagung Trangkil. Pagi ini (kemarin, Red) kami kirim armada untuk membersihkan lumpur di Ngemplak Kidul,” jelasnya. (aua/zen)

  Editor : Ali Mustofa
#banjir bandang #pati #bpbd pati #hutan gundul #tambang liar