Acara ini merupakan rangkaian apel kebangsaan dan kirab bendera merah putih yang dilakukan sore sebelumnya. Ulama kharismatik yang merupakan Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (Jatman) itu memberikan tausiyah kebangsaan untuk memperkuat ukhuwah insaniyah dan ukhuwah wathoniyah dalam merajut persatuan dan kesatuan bangsa.
"Apel kebangsaan dan kirab bendera merah putih salah satu momentum untuk mengingat dan menghayati nilai-nilai perjuangan para leluhur pendiri bangsa Indonesia," kata Habib Luthfi.
Lebih lanjut, ulama yang juga menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres RI) ini menegaskan bahwa Bangsa Indonesia merupakan keturunan peradaban yang hebat.
"Bangsa Indonesia ini merupakan keturunan perdaban manusia luar biasa, mulai bangsa syailendra yang membangun Candi Borobudur, prambanan hingga Masjid Demak hingga saat ini masih berdiri kokoh. Maka kita sebagai penerus bangsa wajib menjaga persatuan dan kesatuan jangan mudah dipecah belah hingga saling bermusuhan," imbuhnya.
Usai memberikan ceramah, Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya memimpin doa bersama agar Bangsa Indonesia selalu diberikan keamanan, keselamatan, kekuatan persatuan dan kesatuan untuk membangun Indonesia agar lebih maju dan hebat di mata dunia. Selain Habib Luthfi, acara ini juga diisi tausiyah dari Habib Umar Muthohar.
Habib Umar Al Muthohar mengajak masyarakat harus berbuat baik dan menjaga kerukunan antar sesama.
"Kita sebagai manusia harus selalu berbuat baik kepada sesama, tak hanya habluminallah namun habluminannasnya juga. Terlebih di zaman yang banyak finah yang ingin memecah belah umat sehingga dapat mengancam keutuhan bangsa," pesan Habib Umar.
Majelis salawat tersebut diawali dengan penampilan hadroh rebana "Khozinatun Saeba" dari Polresta Pati yang membawakan lagu religi dan sholawat.
Selanjutnya diisi oleh grup Az-Zahir di bawah binaan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf. Ribuan masyarakat Pati tampak memenuhi kompleks Mapolresta Pati dan sangat antusias mengikuti majelis yang penuh berkah tersebut. (aua/him) Editor : Ali Mustofa