Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Patut Jadi Perhatian, Mentari Sehat Indonesia Sebut Kasus TBC di Pati Tinggi, Kesembuhan Rendah

Ali Mustofa • Selasa, 20 September 2022 | 22:41 WIB
PERHATIAN KHUSUS: Penanganan kasus TBC menjadi perhatian karena temuan kasusnya yang masih tinggi termasuk kasus TBC anak. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
PERHATIAN KHUSUS: Penanganan kasus TBC menjadi perhatian karena temuan kasusnya yang masih tinggi termasuk kasus TBC anak. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
PATI - Kasus penyakit tuberculosis (TBC) di Kabupaten Pati masih tinggi. Temuannya kasusnya di atas 1.000 per tahun. Sementara angka kesembuhannya masih rendah dari target. Dimana prosentase kesembuhannya berkisar antara 70-80 persen saja.

Hal itu diungkapkan koordinator penanggulangan TB Kabupaten Pati dari Mentari Sehat Indonesia, Moh Yasir Al Imron. Data temuan kasus pada tahun 2021 yang dilakukan para kadernya masih cukup banyak.

Suspek yang ditemukan sebanyak 1.500 orang, kasus baru ditemukan sebanyak 380 orang, dan TBC resisten obat (RO) sebanya 20 orang. Kasus TBC anak sebanyak 60.

"Sementara investigasi kontak yang berhasil dilakukan 781 orang. Investigasi kontak ini kader menyasar orang-orang terdekat dari temuan kasus. Misalnya keluarga dalam satu rumah dan tetangga dekat. Yang diketahui tertular dilakukan penanganan. Yang negatif juga tetap mendapat penanganan, namanya terapi pencegahan TBC (TPT). Pada tahun 2021 ada sebanyak 15 orang yang menjalani TPT," jelas Yasir kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Sementara temuan kasus pada tahun 2022 juga cukup tinggi, sepanjang Januari-Juni ditemukan sebanyak 1.509 suspek TBC, sebanyak 378 kasus baru, investigasi kontak 643 orang, TBC anak 70 kasus, dan TBC resisten obat 24 kasus. Sedangkan yang terapi pencegahan ada 25 orang.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Endah Sriwahyuningati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Endah Sriwahyuningati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)
Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Endah Sriwahyuningati. (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

"Sedangkan untuk temuan Juli-Agustus yang sudah kami rekap ditemukan 843 suspek, kasus baru 161 orang, kasus TBC anak 25, investigasi kontak 223 orang, dan terapi pencegahan 11 orang," imbuhnya.

Lebih lanjut, pihaknya masih menyayangkan angka kesembuhan yang masih rendah karena belum memenuhi target. Seharusnya angka kesembuhan bisa 90-100 persen, namun saat ini masih di angka 70-80 persen.

"Tetapi sudah lebih baik, kalau tahun 2021 prosentasenya sekitar 73 persen, pada tahun berjalan ini prosentasenya sudah 88 persen. Karena itu pengobatan terhadap pasien TBC harus mendapat perhatian. Inilah pentingnya peran-peran kader yang kami latih di lapangan untuk bisa mendampingi pasien dan memastikan pengobatannya tuntas. Tentunya kita bersinergi dengan dinas kesehatan supaya kasus TBC benar-benar bisa ditekan," pungkasnya.

Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Endah Sriwahyuningati mengakui, perlu penanganan khusus untuk mengatasi masalah TBC. “Masalah TBC ini perlu penanganan khusus, dan konsisten. Minum obatnya harus dipantau agar tidak terjadi kasus resistensi atau TBC resisten obat. Ini harus menjadi perhatian bersama,” jelas politikus Partai Golkar ini kepada Jawa Pos Radar Kudus.

(aua/him) Editor : Ali Mustofa
#kasus tbc #pasien tbc #pati #angka kesembuhan #temuan kasus