Kabid Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial (Dinsos) Pati Tri Haryumi mengatakan, banyak faktor penyebab bantuan PKH tak dicairkan penerima. Misalnya, KPM yang meninggal dunia dan tidak mempunyai ahli waris. Ada juga KPM yang tidak menempati tempat tinggalnya (merantau).
Selain itu, ada KPM sudah merasa mampu dan meninggalkan statusnya sebagai penerima PKH. Dan masih banyak permasalah lainnya.
”Ada juga KPM yang belum menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan buku tabungan. Untuk golongan ini saya berharap ditindaklanjuti pihak BRI. Ini agar bisa mencairkan di periode ketiga,” ucapnya.
Hangusnya bantuan tersebut pada penyaluran Bansos PKH tahap kedua triwulan kedua di 2022. Dana yang tak cair itu otomatis kembali ke khas negara.
”Jumlah KPM PKH Ini yang tak tersalurkan baru ketahuan di tahap dua. Otomatis langsung ditarik pusat uangnya. Tiga bulan langsung tarik,” bebernya.
Dia menambahkan, meskipun bansos PKH ini hangus di triwulan kedua, KPM masih berhak mendapatkan Bansos di triwulan ketiga.
Bansos PKH tahap ketiga sendiri sudah tersalur kepada 52.497 KPM se-Kabupaten Pati. Artinya Bansos sudah tersalur 96 persen dari target 54.463 KPM.
”Yang belum bertransaksi sebanyak 1.956 KPM. Presentasenya 4 persen. Rencananya kami selesaikan sampai akhir September. Termasuk yang tidak mencairkan kami sosialisasi terus,” pungkasnya. (adr) Editor : Ali Mustofa