Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Kades Kajen Pati Konsen Bangun Desa Budaya dari Kearifan Lokal Warga

Ali Mustofa • Senin, 1 Agustus 2022 | 00:34 WIB
SEMANGAT: Agus Santoso didampingi perangkat lainnya saat membersihkan Pantai Tegalsambi dari sampah belum lama ini. (AGUS SANTOSO FOR RADAR KUDUS)
SEMANGAT: Agus Santoso didampingi perangkat lainnya saat membersihkan Pantai Tegalsambi dari sampah belum lama ini. (AGUS SANTOSO FOR RADAR KUDUS)
PATI - Muhamad Ibnu Khoidar menjabat sebagai kepala desa sejak tahun 2021. Pria kelahiran Jepara, 27 Agustus 1980 ini memiliki konsen untuk menjadikan Kajen sebagai desa budaya dengan kearifan lokal serta keilmuan khas pesantren yang menjadi keunikan tersendiri dari desa ini.

Seperti diketahui desa kecil ini sangat ramai dan menjadi desa paling padat penduduknya di Kota Mina Tani. Karena selain warga asli, di desa ini bermukim ribuan pencari ilmu dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mendiami pondok-pondok pesantren yang ada di desa tersebut. Di sana ada sekitar 65 yayasan pendidikan Islam, dengan santri kurang lebih berjumlah 20 ribuan orang.

Selain itu di desa ini juga menyimpan warisan sejarah budaya yang besar. Yaitu makam, dan masjid peninggalan Waliyullah KH Ahmad Mutamakkin. Di masjid sendiri mewariskan peninggalan benda-benda bersejarah seperti ornamen-ornamen simbolik di Masjid Jami' Kajen yang berusia ratusan tahun. Bahkan seringkali dijadikan sebagai wisata budaya yang dikelola oleh kelompok pemuda di desa tersebut, yakni Islamic Center Kajen (ICK). Beberapa kali bahkan menarik minat kunjungan dari luar negeri. Kegiatan ini bertajuk Jelajah Pusaka Kajen.

Photo
Photo
Kepala Desa Kajen Muhamad Ibnu Khoidar (ACHMAD ULIL ALBAB/RADAR KUDUS)

"Potensi ini yang harus dikelola dengan baik. Selain itu ada ribuan peziarah yang hampir setiap hari datang ke makam Mbah Mutamakkin di desa kami. Ini potensi besar desa yang harus dikelola dengan baik. Karena itu ini menjadi bagian dari program prioritas saya sebagai kepala desa," jelas Ibnu Khoidar kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Selain itu, lanjutnya, sebagai kepala desa dia ingin mensinergikan antara lembaga pendidikan baik yang formal maupun non formal dengan masyarakat sekitar. Pihaknya ingin memberikan perhatian lebih agar potensi yang ada dapat tergarap maksimal. Sehingga dapat berdampak pada masyarakat Desa Kajen. Baik dari segi sosial, ekonomi, dan budaya. (aua/ali) Editor : Ali Mustofa
#kearifan lokal #kades kajen #pati #warisan sejarah budaya #desa budaya