Pukul 09.00, ratusan warga nampak mengantre di halaman Plaza Pragola Pati. Para petugas terlihat menertibkan antrean warga itu.
Mereka menyerbu untuk mendapatkan sembako ini. Setiap paket sembako berisi 2,5 kg beras, 1 liter minyak goreng, dan mie instan. Para warga yang datang menukarkan uang mereka dengan kupon untuk mengambil sembako.
Harga normal satu paket sembako itu sekitar Rp 50 ribu. Namun, warga cukup membayar Rp 30 ribu untuk membeli satu paket sembako. Karena pihak penyelenggara pasar murah mensubsidi paket itu seharga Rp 20 ribu. Setiap warga juga dibatasi membeli satu paket.
Bupati Pati Haryanto pun meninjau pelaksanaan pasar murah itu. Katanya. ”Pasar murah ini untuk masyarakat. Karena, saat ini minyak goreng dan sembako lainnya harganya mahal. Di pasar murah ini, lebih murah,”.
Haryanto menambahkan, pasar murah ini digelar karena adanya CSR dari Bank Jateng. Banyak kegiatan yang digelar dengan CSR itu. Totalnya, Rp 110 jutaan. ”Salah satunya, ada pasar murah dari CSR itu. Ini kepedulian Bank Jateng untuk masyarakat Kabupaten Pati. Hari ada sembako murah yang disubsidi lumayan. Perpaket disubsidi Rp20 ribu. Kalau beli diluar nilainya besar sehingga manfaat untuk masyarakat kecil,” tambahnya.
Ia pun berharap langkah semacam ini tidak berhanti di sini saja. Namun, ada langkah-langkah lagi untuk masyarakat Kabupaten Pati.
Sementara itu, Dina Safiana mengaku senang dengan adanya pasar murah ini. Warga Kecamatan Margorejo ini merasa terbantu dengan adanya pasar murah. ”Senang mendapatkan ini (sembako). Biasanya beli beras sekilo Rp 9 ribu, minyak goreng Rp 25 ribu, mi instan Rp 3 ribu. Tapi di pasar murah ini belinya cuman Rp 30 ribu,” tukasnya. (adr/him) Editor : Ali Mustofa