Di MTsN 1 Pati bulan depan bakal digelar sekolah jurnalistik berkolaborasi dengan Jawa Pos Radar Kudus. Rencananya bakal ada 30-an murid yang akan mengisi kelas tersebut. Ke depannya, siswa-siswa di MTsN 1 Pati menjadi siswa yang mandiri, profesional, hingga menjadi jurnalis yang islami.
Kepala MTsN 1 Pati Ali Musyafak mengatakan kehadiran tim Jawa Pos Radar Kudus dalam hal kesempatan MoU ini dalam rangka mengikat kebatinan dan prestasi. Tentu yang diharapkan adalah rahmat dari Allah. “Kalau nafsu dapatnya nafsu. Makanya, harapkanlah rahmat dari Allah. Apa yang disajikan materi teman-teman Jawa Pos Radar Kudus tidak biasa-biasa. Oleh sebab itu, semoga hasil nyata luar biasa,” katanya.
Di samping itu, program ekstrakurikuler jurnalistik ini untuk meningkatkan kualitas sekolahnya. Pasalnya, anak-anak bakal diberikan pelajaran jurnalistik yang baik.
”Agar menjadi jurnalis yang islami dan profesional. Karena menulis yang baik akan menjadi amal. Jadi tak sekadar kebiasaan,” katanya.
Poin pentingnya, lanjut Syafak, madrasahnya ialah sekolah masa depan. Yaitu, berbasis digital. ”Kalau madrasah terkini itu sudah ketinggalan. Barangkali harus madrasah masa depan. Tidak menutup kemungkinan hal yang sulit akan jadi mudah kalau berusaha. Anak-anak kami jadikan jurnalis islami dan digital. Zaman sekarang, kalau menulis bakal hilang. Kalau digital tidak. Bisa sampai kemana-mana termasuk Jakarta,” tukasnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Kudus Zainal Abidin menambahkan, dengan dikuatkan kerja sama yang selama ini terjalin dengan MoU, harapannya bisa membantu pihak MTsN 1 Pati.
Menurutnya, ini membawa nama perusahaannya. Nantinya, ada tim digital yang mendukung pelaksanaan sekolah jurnalistik.
”MTsN 1 Pati ini sudah luar biasa. Ini yang menurut saya sulit. Meningkatkan luar biasa menjadi sangat luar biasa. Semoga saja, apa yang diharapkan pihak sekolah bisa terwujud dengan bantuan kami,” tambahnya.
Zainal mengatakan, visi uswatun hasanah ini menjadi contoh madrasah lain agar unggul dalam akademi, riset, dan digital. Beberapa sekolah di tingkat lokal menilainya biasa. Tapi di awal 2021 sudah membawa piala dan piagam. Tidak sekadar pemerintah, juga ada lembaga swasta. Salah satunya penghargaan dari Jawa Pos Radar Kudus. Itu yang menguatkan skala nasional. (war) Editor : Ali Mustofa