Kepala Disdagperin Pati Hadi Santosa mengatakan langkah ini untuk meningkatkan kunjungan Plaza Pragolo. Selama ini para pengunjung banyak mendatangi tempat bioskop.
Sedangkan hall kerajinan masih minim kunjungan. Produk khas Pati selama ini banyak diisi batik bakaran, kasur, kuningan dan lain-lain.
Sedangkan produk makanan dan oleh-oleh khas Pati memang masih kurang. Sisi makanan dan oleh-oleh ini yang ke depan akan lebih dikuatkan.
”Pengelolaan Plaza Pragolo mungkin ada perubahan branding. Nanti akan kami ubah ke Plaza Pragolo Pusat oleh-oleh Khas Pati,” jelas Hadi kemarin.
Dia mengaku, rapat internal bersama pihak terkait sudah dilakukan. Itu untuk membahas rebranding tersebut.
”Secara internal sudah kami estimasi. Itu bersama teman-teman industri kecil menengah (IKM) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Akan dibentuk managemen baru,” paparnya.
Di samping itu, pihaknya juga mewacanakan adanya rest area, ruang pertemuan, dan tempat untuk pagelaran seperti pentas seni.
Pihaknya menggandeng beberapa teman. Itu untuk meningkatkan pengunjung di sana. Selama ini kuliner utama sepi. Hanya bioskop saja yang ramai.
Tak berhenti disitu, ada pula penunjuk arah tempat pusat oleh-oleh Pati yang akan dicanangkan. Nantinya akan menunjukkan pusat oleh-oleh khas Pati.
”Kebanyakan belum tahu khasnya Pati. Jadi akan ada penunjuk arah. Nantinya bus hingga kendaraan luar kota bakal tahu. Dari situ mungkin menambah pengunjung. Sehingga kuliner bisa hidup lagi,” pungkasnya. (him) Editor : Ali Mustofa