"Ada sekitar 70 yang kosong kepala sekolahnya. Kemungkinan kepala sekolah yang dilantik ini ada yang merangkap nantinya. Karena ada yang pensiun. Kemarin Disdikbud SDM-nya belum mencukupi (untuk menambah kepala sekolah," jelas Bupati Haryanto.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Pati Winarto menambahkan, kekurangan puluhan kepala sekolah ini kebanyakan dari sekolah dasar.
Angka itu diprediksi bakal bertambah mengingat setidaknya akan ada 18 kepala sekolah yang pensiun tahun ini.
Rinciannya adalah tingkat SD ada 70 yang kekurangan kepala sekolah. SMP ada 1 di SMPN 2 Juwana. "Belum lagi ada 18 pensiun tahun ini," imbuh Winarto.
Winarto mengatakan, kekurangan ini dikarenakan minat guru SD untuk menjadi kepala sekolah rendah. Guru SD lebih memilih hanya menjadi guru daripada ada memilki tambahan tugas jadi kepala sekolah.
Selain itu, syarat untuk menjadi guru dulu lebih berat yakni minimal harus golongan IIIC. Di mana masih sedikit guru di Kabupaten Pati yang masuk golongan ini.
"Minat kepala sekolah SD rendah. Yang minat itu mendekati pensiun. Sedangkan guru-guru muda belum sampai III C. Untuk ke depan, promosi ini bisa dimulai dari III B. Didukung Permendiikbud nomor 40 tahun 2021. Alhamdulillah sekarang III B dulu harus III C," imbuhnya. Editor : Ali Mustofa