Beredar video pendek di media sosial (Medsos) soal longsor di salah satu tambang di Sukolilo itu. Beberapa warga terlihat berkumpul di jalan raya Sukolilo arah Purwodadi, tepat di depan tambang galian C desa Baleadi, Sukolilo.
Berdasarkan keterangan pihak desa setempat, beberapa hari sebelum kejadian ada retakan di lokasi longsor tersebut. Longsor ini disinyalir disebabkan oleh aktivitas tambang yang membuat tanah tidak menyatu. Terlebih keadaan tanah di lokasi tersebut tidak ada pohon-pohon besar penopang.
”Dua hari lalu pada 1 Desember atau sebelum ada kejadian sudah antisipasi. Jadi alat berat dievakuasi pemilik tambang,” terang Kades Baleadi, Suhardi.
Di samping itu, tak ada korban dalam peristiwa ini. Berdasarkan keterangan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, masih mencari informasi detail terkait longsor itu.
”Saya belum mendapat informasi detailnya. Untuk longsor disana tidak ada korban jiwa,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Pati Martinus Budi Prasetya.
Berdasarkan berita sebelumnya, longsor di tambang tersebut sudah yang kedua kali ini dalam dua tahun terakhir. Pada akhir tahun 2020 lalu, terjadi longsor yang menewaskan seorang sopir dump truk.
Sopir itu merupakan warga Kabupaten Demak yang bernama Moh Nur Kholis (49) tertimpa longsor galian C pada Kamis (24/12 di Dukuh Dukuh Sono Rt 04/01 Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati pada Kamis (24/12) tahun lalu. Editor : Kholid Hazmi