PATI – Kepolisian Resor (Polres) Pati selama dua pekan kedepan (15-29 November) menggelar operasi zebra candi 2021. Operasi ini lebih diarahkan pada pola preemtif dan preventif. Yaitu, berupa tindakan simpati humanis kepada masyarakat tanpa adanya tilang.
Operasi zebra candi 2021 kali ini tidak berorientasi pada penegakan hukum lalu lintas/tilang. Adanya kegiatan tersebut salah satu upaya membangun kepercayaan masyarakat kepada Polri. Operasi ini dilaksanakan kepolisian secara serentak di Indonesia. Bupati Pati Haryanto memimpin pelaksanaan apel operasi zebra candi 2021 di Polres Pati.
Usai apel gelar pasukan operasi zebra candi di Mapolres Pati kemarin (15/11), Bupati Pati Haryanto mengatakan, pada operasi ini aparat hanya boleh melakukan kegiatan edukasi dan penyuluhan protokol kesehatan (prokes), dan tertib berlalu lintas berupa baksos.
Jadi operasi tersebut dilakukan dengan membagi masker, pemasangan stiker ayo pakai masker, menciptakan rasa simpatik, serta saling membantu masyarakat yang lain. Selain itu ada edukasi dalam rangka menekan angka kecelakaan lalulintas. Operasi tersebut juga untuk membantu pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya Jawa Tengah dan Pati,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Pati AKBP Christian Tobing menambahkan, pihaknya akan menerjunkan dan melibatkan seribu personil. Baik dari Polres, Kodim, Satpol PP, dan Dishub.
”Fokus dari operasi ini lebih kepada kegiatan sosialisasi dan lebih mengedapankan sisi humanis dalam pelaksanaannya. Serta bagaimana membantu memutus mata rantai Covid-19. Jadi kami juga mendukung pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional melalui operasi candi ini,” tambah Kapolres Christian.
Misalkan ada pelaksanaan razia, pihaknya melarang adanya pemeriksaan surat-surat kendaraan bermotor. Serta tindakan yang tidak simpatik lainnya.
”Operasi zebra candi tidak ada bersifat represif. Kegiatan yang dilakukan humanis kepada pengguna jalan agar patuh protokol kesehatan dan berlalu lintas,” pungkasnya. (him)