Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Cegah Stunting, Disketapang Pati Bantu Bahan Makanan di Sukolilo

Ali Mustofa • Sabtu, 6 November 2021 | 17:46 WIB
SOSIAL: Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketapang Kabupaten Pati Alfianingsih Firmanwigati memberikan bantuan ke warga miskin yang memiliki balita stunting di Tompe Gunung, Sukolilo kemarin. (DISKETAPANG FOR RADAR KUDUS)
SOSIAL: Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dinas Ketapang Kabupaten Pati Alfianingsih Firmanwigati memberikan bantuan ke warga miskin yang memiliki balita stunting di Tompe Gunung, Sukolilo kemarin. (DISKETAPANG FOR RADAR KUDUS)
PATI – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Pati memberikan bahan makanan untuk keluarga miskin. Utamanya bagi keluarga yang memiliki balita stunting di Sukolilo kemarin. Sedikitnya 20 keluarga miskin menerima bantuan tersebut.

Kabid Ketersediaan Dan Kerawanan Pangan Dinas Ketapang Kabupaten Pati Alfianingsih Firmanwigati mengatakan, bantuan itu berupa beras 30 kilogram, kacang hijau 3 kilogram, minyak goreng 1 liter, susu formula 1 dus, dan gula 1 kilogram.

”Dinas Ketahanan Pangan ini dalam Program Penanganan Daerah Rawan Pangan Tahun 2021. Jumlah penerimanya, 20 keluarga miskin di Desa Kedumulyo, Tompe Gunung, Gadudero, Kasian, Wotan, Baturejo, Cengkalsewu, dan Sukolilo,” katanya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, pihaknya bekerjasama dengan bidan desa di wilayah puskesmas Sukolilo. Di sisi lain, Kecamatan Sukolilo dipilih pihaknya sebagai lokus pemberian bantuan. Soalnya, wilayah tersebut termasuk daerah rawan pangan yang memiliki balita stunting dan gizi buruk dengan jumlah cukup banyak.

Oleh sebab itu, pihaknya memberikan bantuan kepada keluarga miskin yang memiliki balita stunting (gagal tumbuh) dan gizi buruk disana (Sukolilo, Red).

”Tujuannya untuk memperbaiki asupan gizi balita. Diharapkan dengan bantuan bahan makanan yang diberikan dapat memperbaiki asupan gizinya,” ucapnya.

Selain memberikan bantuan, pihaknya juga memberikan sosialisasi. Warga desa tersebut disosialisasi pemanfaatan bahan pangan lokal. Harapannya, warga dapat memberikan suplai gizi yang cukup kepada balitanya agar tak kurang gizi.

”Adanya sosialisasi itu untuk memenuhi asupan gizi balita. Harapannya bisa mencegah stunting maupun gizi buruk,” pungkasnya. (him) Editor : Ali Mustofa
#bahan makanan #cegah stunting #keluarga miskin #disketapang pati