RADAR KUDUS - KUSTOMFEST 2026 kembali menunjukkan besarnya daya tarik budaya otomotif kustom di Indonesia. Festival yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 10–11 Oktober 2026 tersebut berhasil menarik 26.787 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan.
Memasuki tahun ke-15, KUSTOMFEST mengusung tema High Octane. Tema ini membawa semangat bagi para pelaku industri kustom untuk terus berinovasi, mengembangkan karya, dan menghadapi tantangan industri otomotif yang semakin kompetitif.
Tidak hanya menjadi ajang pameran kendaraan modifikasi, KUSTOMFEST 2026 juga mempertemukan builder, komunitas, seniman, pelaku usaha, dan penggemar kustom kultur dalam satu ruang kreativitas.
H3: KUSTOMFEST 2026 Usung Tema High Octane
Tema High Octane menjadi representasi semangat untuk menjaga energi dan kreativitas industri kustom Indonesia. Di tengah tantangan ekonomi serta persaingan dengan produk komponen produksi massal, para pelaku industri lokal dituntut terus menghasilkan karya yang memiliki karakter dan nilai tambah.
Direktur KUSTOMFEST, Lulut Wahyudi, menekankan pentingnya menjaga semangat pelaku industri kustom agar tetap berkembang di tengah berbagai tantangan.
Melalui festival ini, builder dan pelaku usaha memiliki kesempatan untuk memperkenalkan hasil karya, membangun jaringan, serta bertukar gagasan dengan sesama pelaku industri.
H3: Motor dan Mobil Kustom Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu program unggulan KUSTOMFEST 2026 adalah Kustom Bike Show dan Hot Rod & Kustom Car Show. Kedua program tersebut menjadi panggung bagi builder untuk menunjukkan kreativitas dalam merancang dan membangun kendaraan dengan karakter berbeda.
Penilaian karya tidak hanya berfokus pada tampilan. Aspek inovasi, konstruksi, keterampilan pengerjaan, serta detail desain turut menjadi bagian penting dalam dunia kustom kultur.
Salah satu karya yang mencuri perhatian datang dari Ajies Sabara dari F.Art 32, Bangkalan, Madura. Motor bergaya boardtracker dengan perpaduan unsur krom dan kayu yang dibuatnya berhasil meraih penghargaan utama Kustom Bike Show.
Sementara itu, kategori Hot Rod & Kustom Car Show menghadirkan Chevrolet C10 Custom karya Avan Surya dari 02_Garage, Semarang, yang meraih penghargaan Best Pick Up.
Pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa kreativitas builder dari berbagai daerah memiliki peluang untuk mendapatkan pengakuan melalui ajang kustom kultur berskala nasional.
H3: Beragam Program Meramaikan Kustomfest 2026
KUSTOMFEST 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi kendaraan. Beragam program lain turut memperluas pengalaman pengunjung, mulai dari Flat Track, Art Island, Body Art Show, Kustom Diecast, Kustom Paint Battle, hingga Helmet Kustom Paint.
Ada pula Kustom Bicycle, Miss Kustomfest Pin-Up Contest, Krospit Contest, serta berbagai kegiatan komunitas dan festival hiburan.
Keberagaman program tersebut memperlihatkan bahwa kustom kultur memiliki cakupan luas. Dunia otomotif dapat berkolaborasi dengan seni visual, desain, fesyen, olahraga, dan berbagai bentuk ekspresi kreatif lainnya.
Bagi pengunjung, acara ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan tren modifikasi sekaligus mengapresiasi proses kreatif di balik setiap karya.
H3: KUSTOMFEST Buka Peluang bagi Industri Kreatif Lokal
KUSTOMFEST juga menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha yang mendukung ekosistem kustom kultur. Pada penyelenggaraan 2026, tercatat 93 tenant berpartisipasi, terdiri atas 46 tenant dalam ruangan, 22 tenant luar ruangan, serta 25 tenant makanan dan minuman.
Kehadiran para pelaku usaha memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung dengan minat yang beragam.
Ekosistem tersebut melibatkan banyak bidang, mulai dari bengkel modifikasi, produsen komponen, ilustrator, desainer, pelaku fesyen, hingga usaha kuliner.
Dengan dukungan jejaring komunitas dan promosi digital, karya serta produk lokal berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas. Hal ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan industri kreatif berbasis kustom kultur.
H3: Kustom Kultur Indonesia Punya Peluang Mendunia
Perkembangan KUSTOMFEST menunjukkan bahwa modifikasi kendaraan dapat menjadi bagian dari industri kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.
Kekuatan industri ini terletak pada kreativitas, keterampilan teknis, serta kemampuan membangun identitas yang berbeda dari produk massal.
Ke depan, tantangan bagi para pelaku industri kustom bukan hanya menghasilkan karya menarik, tetapi juga menjaga kualitas, membangun merek, dan memperluas jaringan pemasaran.
Dengan konsistensi dan kolaborasi, builder Indonesia memiliki peluang untuk memperkenalkan karya mereka kepada komunitas internasional.
KUSTOMFEST 2026 pun menjadi pengingat bahwa kustom kultur bukan sekadar soal modifikasi kendaraan. Lebih dari itu, budaya ini merupakan ruang bagi kreativitas, kolaborasi, dan pengembangan industri kreatif Indonesia.
Editor : Mahendra Aditya