Polytron G3+, Mobil Listrik Andalan Lokal yang Makin Mencuri Perhatian

Zainal Abidin RK • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi mobil listrik
Ilustrasi mobil listrik

JAKARTA – Persaingan mobil listrik di Indonesia semakin ramai. Tidak hanya merek global dan produsen asal China yang berlomba menghadirkan kendaraan listrik, perusahaan nasional Polytron juga terus memperkuat posisinya melalui lini Polytron G3 Series.

Salah satu model yang menjadi andalan adalah Polytron G3+, SUV listrik yang menggabungkan desain modern, teknologi kendaraan listrik, serta sejumlah fitur kenyamanan untuk penggunaan harian.

Polytron mencatat G3+ memiliki jarak tempuh hingga 402 kilometer berdasarkan pengujian CLTC. Mobil ini juga dibekali kemampuan fast charging yang diklaim membutuhkan waktu kurang dari 30 menit untuk pengisian dari 20 hingga 70 persen pada kondisi tertentu.

Dari sisi performa, G3+ menggunakan motor listrik dengan tenaga maksimum 150 kW dan torsi hingga 320 Nm. Sistem penggeraknya menggunakan penggerak roda depan dengan baterai berkapasitas sekitar 51,9 kWh berjenis LFP.

Tidak hanya mengandalkan efisiensi, Polytron juga membekali G3+ dengan sejumlah fitur yang menyasar kenyamanan dan gaya hidup modern.

Panoramic sunroof, ambient lighting, electronic tailgate, premium audio, serta fitur auto parking menjadi bagian dari perangkat yang ditawarkan pada G3+. Varian ini juga menggunakan pelek berukuran 20 inci.

Dari sisi desain, G3+ memiliki dimensi yang cukup besar dengan panjang 4.750 mm, lebar 1.910 mm dan tinggi 1.701 mm. Dengan wheelbase 2.800 mm, kendaraan ini menyasar konsumen yang membutuhkan kabin lapang sekaligus menginginkan tampilan SUV modern.

Menariknya, Polytron menawarkan dua skema kepemilikan baterai, yakni Battery as a Service (BaaS) dan Buy to Own. Skema tersebut menjadi salah satu pendekatan Polytron untuk memberikan alternatif kepada konsumen dalam memiliki kendaraan listrik.

Untuk harga, laman resmi Polytron mencantumkan G3+ Battery as a Service sebesar Rp373,5 juta OTR Jabodetabek, sementara skema Buy to Own tercantum Rp505 juta OTR Jabodetabek. Harga dan skema dapat berbeda berdasarkan wilayah serta kebijakan penjualan.

Polytron juga terus memperluas ekosistem kendaraan listriknya. Pada 2026, perusahaan menyatakan telah mengembangkan jaringan showroom dan layanan purnajual di berbagai kota. Salah satunya berada di Semarang, yang menjadi salah satu titik layanan Polytron EV di Jawa Tengah.

Kehadiran G3 Series menunjukkan upaya Polytron untuk tidak sekadar menjadi pemain di industri elektronik, tetapi juga membangun bisnis kendaraan listrik. Dengan pilihan SUV listrik yang menyasar konsumen keluarga dan profesional, G3+ menjadi salah satu produk penting dalam strategi Polytron di pasar EV Indonesia.

Di tengah semakin banyaknya pilihan mobil listrik, G3+ menawarkan alternatif bagi konsumen yang ingin menggunakan produk dari merek nasional dengan desain SUV, teknologi listrik, serta pilihan skema kepemilikan baterai.

Persaingan pasar mobil listrik pun semakin menarik. Konsumen kini tidak hanya memiliki pilihan berdasarkan merek, tetapi juga dapat mempertimbangkan jarak tempuh, teknologi baterai, layanan purnajual, kemudahan pengisian daya dan skema kepemilikan kendaraan.

Editor : Zainal Abidin RK
G3+ suv listrik polytron mobil listrik