BYD Great Seagull Meluncur Tahun Ini, Bawa Jarak Tempuh hingga 420 Km

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:38 WIB
BYD Great Seagull.
BYD Great Seagull.

RADAR KUDUS - BYD memastikan akan meluncurkan mobil listrik baru bernama Great Seagull atau Da Hainiao di China pada 2026.

Berada di antara Seagull dan Dolphin dalam jajaran produk BYD, hatchback listrik ini menawarkan bodi yang jauh lebih besar dari Seagull standar, motor 95 kW, serta pilihan baterai yang mampu memberikan jarak tempuh hingga 420 kilometer berdasarkan pengujian CLTC.

Kepastian tersebut disampaikan Zhang Zhuo, General Manager BYD Ocean Network Sales Division, dalam Chengdu Auto Show 2026.

Baca Juga: BYD Racco vs Wuling Aira EV, Adu Jarak Tempuh dan Kepraktisan Mobil Listrik Mungil

Sebelumnya, mobil ini sudah muncul dalam dokumen regulasi China pada Juli 2026 sehingga sejumlah spesifikasinya lebih dulu terungkap.

Kemunculan Great Seagull membuat posisi model ini cukup menarik. Jika Seagull selama ini dikenal sebagai mobil listrik mungil untuk kebutuhan perkotaan, Great Seagull hadir dengan dimensi yang mendekati kelas hatchback yang lebih besar.

BYD menempatkannya di antara Seagull dan Dolphin untuk mengisi celah yang sebelumnya belum terlalu jelas dalam portofolio mobil listrik Ocean Series.

Dari dimensinya, Great Seagull memiliki panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, serta jarak sumbu roda 2.650 mm.

Ukuran tersebut membuatnya 425 mm lebih panjang dibandingkan Seagull reguler dan hanya terpaut sekitar 65 mm dari panjang BYD Dolphin.

Perubahan ukuran itu bukan sekadar kosmetik. Dengan wheelbase yang lebih panjang, Great Seagull diposisikan sebagai kendaraan yang lebih praktis dibanding Seagull standar.

Model ini menggunakan pelek 16 inci dengan ban 205/60, sedangkan bobot kosongnya berada di kisaran 1.180 hingga 1.255 kilogram tergantung versinya.

Di balik kapnya terdapat satu motor listrik dengan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 hp.

Angka tersebut membuat Great Seagull lebih bertenaga dibanding Seagull generasi yang saat ini dikenal sebagai model entry level BYD. Kecepatan maksimumnya mencapai 150 km/jam.

Sumber tenaga berasal dari baterai lithium iron phosphate atau LFP buatan FinDreams, anak perusahaan BYD. Great Seagull disiapkan dengan dua pilihan kapasitas baterai, yakni 30 kWh dan 39,2 kWh.

Baca Juga: BYD Sealion 08 Meluncur 2 September, SUV Listrik Bawa Baterai 115 kWh dan Jarak Tempuh 900 Km

Berdasarkan siklus CLTC China, kombinasi tersebut menghasilkan jarak tempuh sekitar 320 hingga 420 km.

Namun, angka 420 km tersebut perlu dibaca dengan konteks. CLTC merupakan metode pengujian yang digunakan di China dan hasilnya tidak bisa disamakan secara langsung dengan standar pengujian WLTP di Eropa.

Karena itu, jarak tempuh aktual dalam penggunaan sehari-hari dapat berbeda bergantung pada kondisi lalu lintas, kecepatan, cuaca, dan gaya berkendara.

Selain menawarkan bodi lebih besar, BYD juga membekali Great Seagull dengan teknologi bantuan berkendara yang lebih maju.

Sejumlah unit uji yang tertangkap kamera terlihat menggunakan sensor LiDAR di bagian atap. 

Sistem tersebut dikaitkan dengan DiPilot 300 atau yang juga dikenal sebagai God's Eye B, dengan kemampuan Navigate on Autopilot atau NOA untuk jalan perkotaan dan jalan bebas hambatan.

Bagian kabin Great Seagull juga sudah sempat terlihat melalui foto pengujian.

Mobil ini menggunakan layar tengah bergaya floating, sementara tuas pemindah posisi transmisi ditempatkan di belakang lingkar kemudi. 

Konsol tengah terlihat cukup besar sehingga memberikan karakter kabin yang berbeda dari Seagull mungil.

Dari sisi persaingan, Great Seagull akan berhadapan dengan sejumlah hatchback listrik kompak di pasar China. Dua nama yang disebut sebagai rival utamanya adalah Geely Xingyuan dan GAC Aion UT.

Kehadiran model baru ini menunjukkan upaya BYD memperkuat persaingan di segmen mobil listrik terjangkau yang semakin padat.

Langkah tersebut juga memiliki konteks bisnis yang menarik. Data China EV DataTracker yang dikutip dalam laporan sumber menunjukkan BYD menjual 8.879 unit Seagull di pasar domestik China pada Juli 2026. Pada periode yang sama, Dolphin mencatat 13.910 unit.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa kedua model sudah memiliki basis pasar yang cukup besar, tetapi masih menyisakan ruang untuk produk dengan ukuran dan kemampuan yang berada di antara keduanya.

Karena itu, Great Seagull berpotensi menjadi model penting bagi strategi BYD. Mobil ini tidak sekecil Seagull, tetapi juga belum masuk ke ukuran dan tingkat performa Dolphin.

Dengan kombinasi bodi lebih besar, motor 95 kW, baterai hingga 39,2 kWh dan teknologi LiDAR pada versi tertentu, BYD mencoba menawarkan paket yang lebih lengkap tanpa meninggalkan karakter sebagai EV yang relatif terjangkau.

Meski demikian, BYD belum mengumumkan harga resmi Great Seagull untuk pasar China maupun rencana ekspornya. Yang sudah dipastikan adalah model tersebut akan masuk pasar domestik China pada tahun ini.

Kehadiran Great Seagull sekaligus memperlihatkan bagaimana BYD terus memperluas pilihan kendaraan listriknya.

Dari mobil mungil untuk mobilitas kota hingga hatchback yang dimensinya mendekati Dolphin, produsen asal China tersebut semakin agresif mengisi setiap celah pasar EV.

Bagi konsumen di luar China, termasuk Indonesia, pertanyaan berikutnya tentu bukan hanya soal spesifikasi, tetapi apakah Great Seagull nantinya akan dipasarkan di negara lain.

Hingga informasi terbaru yang tersedia, BYD belum mengonfirmasi rencana ekspor model tersebut.

Editor : Mahendra Aditya
BYD Great Seagull BYD Great Seagull 2026 spesifikasi BYD Great Seagull mobil listrik BYD terbaru harga BYD Great Seagull