BYD Racco vs Wuling Aira EV, Adu Jarak Tempuh dan Kepraktisan Mobil Listrik Mungil

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:56 WIB
BYD Racco vs Wuling Aira EV.
BYD Racco vs Wuling Aira EV.

RADAR KUDUS - Persaingan mobil listrik mungil semakin menarik setelah BYD menghadirkan Racco di Jepang. 

Jika suatu saat model tersebut dipasarkan di Indonesia, Racco berpotensi menjadi penantang serius bagi Wuling Aira EV yang saat ini sudah lebih dahulu tersedia di pasar Tanah Air.

Keduanya sama-sama mengandalkan bodi kompak untuk menjawab kebutuhan mobilitas perkotaan. Namun, pendekatan yang digunakan berbeda.

Baca Juga: Nissan X-Trail T31 2012 Bekas, SUV 2.5 Liter 169 PS Kini Mulai Rp75 Jutaan

BYD Racco dikembangkan sebagai kei car yang mengikuti karakteristik dan regulasi pasar Jepang, sedangkan Wuling Aira EV diposisikan sebagai mobil listrik perkotaan empat pintu dengan banderol yang dibuat kompetitif untuk konsumen Indonesia.

Salah satu daya tarik utama Racco terletak pada desain dan kepraktisannya. Mobil listrik mungil ini menggunakan pintu geser pada bagian belakang, sebuah solusi yang membuat akses ke kabin lebih mudah ketika kendaraan digunakan di ruang parkir yang sempit.

Penggunaan pintu model tersebut juga menjadi pembeda Racco dari sejumlah mobil listrik berukuran kecil lainnya.

Wuling Aira EV mengambil pendekatan berbeda. Mobil ini memiliki empat pintu konvensional sehingga penumpang belakang dapat keluar-masuk kabin tanpa harus mengakses pintu depan terlebih dahulu.

Konfigurasi tersebut cukup relevan untuk penggunaan harian di Indonesia, terutama bagi konsumen yang membutuhkan mobil kompak tetapi tetap mengutamakan kemudahan akses penumpang.

Perbedaan paling mencolok berikutnya terlihat pada kapasitas baterai dan kemampuan jelajah. BYD menyediakan Racco dalam dua pilihan.

Racco 200 menggunakan baterai berkapasitas 22,4 kWh dengan jarak tempuh hingga 210 km berdasarkan metode WLTC.

Sementara varian Racco 300 mendapatkan baterai yang jauh lebih besar, yakni 35,84 kWh.

Kapasitas tersebut membuatnya mampu menempuh hingga 320 km berdasarkan pengujian WLTC.

Di atas kertas, angka tersebut membuat Racco 300 memiliki keunggulan dalam hal jarak tempuh dibandingkan Wuling Aira EV.

Baca Juga: BYD Sealion 08 Meluncur 2 September, SUV Listrik Bawa Baterai 115 kWh dan Jarak Tempuh 900 Km

Wuling sendiri menawarkan Aira EV dengan pilihan jarak tempuh hingga sekitar 300 km. 

Di Indonesia, tersedia varian Lite 200 km, Lite 300 km, serta Pro 300 km.

Namun, keunggulan jarak tempuh Racco tidak serta-merta membuatnya lebih unggul untuk seluruh kebutuhan konsumen Indonesia.

Bagi mobil yang mayoritas digunakan di kawasan perkotaan, kemampuan menjangkau sekitar 200 hingga 300 km sudah relatif memadai untuk aktivitas sehari-hari. 

Karena itu, faktor harga, akses pengisian daya, dimensi, fitur, serta jaringan layanan juga akan menentukan daya saing sebuah mobil listrik mungil.

Dari sisi harga, Wuling memiliki keuntungan yang jauh lebih jelas karena Aira EV sudah resmi dipasarkan di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam artikel sumber, harga Aira EV berada mulai kisaran Rp214 juta untuk Lite 200 km, Rp251 juta untuk Lite 300 km, dan Rp307 juta untuk Pro 300 km.

Sebaliknya, BYD Racco saat ini masih berstatus produk untuk pasar Jepang sehingga belum memiliki harga resmi Indonesia. Di negara asalnya, Racco 200 dibanderol mulai 2,145 juta yen termasuk pajak.

Harga sebelum pajak dan subsidi disebut berada di kisaran 1,95 juta yen.

Angka harga Jepang tersebut tidak dapat langsung dijadikan patokan apabila Racco nantinya masuk Indonesia.

Harga sebuah kendaraan di pasar berbeda dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk spesifikasi untuk pasar lokal, pajak, biaya distribusi, strategi merek, serta kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Suzuki e Sky Siap Tantang BYD Racco, Mobil Listrik Kei-Car dengan Jarak Tempuh 310 Km

Dengan kondisi tersebut, posisi kedua mobil saat ini sebenarnya cukup berbeda. Wuling Aira EV sudah bisa dipertimbangkan konsumen Indonesia dengan harga dan varian yang jelas, sementara BYD Racco masih menjadi model yang menarik untuk diamati apabila BYD benar-benar membawanya ke Tanah Air.

Jika Racco akhirnya hadir di Indonesia, pertarungannya dengan Aira EV tidak hanya akan ditentukan oleh kapasitas baterai.

Racco memiliki daya tarik melalui desain kei car, pintu geser belakang, dan jarak tempuh hingga 320 km pada varian tertinggi. 

Aira EV, di sisi lain, sudah memiliki keuntungan sebagai produk yang telah tersedia bagi konsumen Indonesia serta menawarkan konfigurasi empat pintu dan beberapa pilihan jarak tempuh.

Artinya, Racco punya modal spesifikasi yang menarik, tetapi Aira EV memiliki keunggulan dari sisi kepastian produk di pasar.

Jika BYD mampu menghadirkan Racco dengan harga kompetitif, persaingan mobil listrik mungil di Indonesia berpotensi menjadi semakin ketat.

Editor : Mahendra Aditya
Wuling Aira EV BYD Racco harga BYD Racco BYD Racco vs Wuling Aira EV mobil listrik mungil