10 Motor Honda Paling Irit BBM 2026, BeAT hingga ADV160 untuk Kebutuhan Harian

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 11:49 WIB
Honda Scoopy vs Honda Vario 125
Honda Scoopy vs Honda Vario 125

RADAR KUDUS - Memilih motor Honda paling irit BBM menjadi salah satu cara untuk menekan biaya mobilitas harian, terutama bagi pengguna yang rutin menempuh perjalanan jauh. 

Dari skutik 110 cc hingga model 160 cc, Honda memiliki sejumlah pilihan yang menawarkan efisiensi bahan bakar dengan karakter penggunaan yang berbeda.

Honda BeAT menjadi salah satu model yang paling menonjol dari sisi konsumsi bahan bakar. Berdasarkan data pengujian yang dicantumkan Honda, BeAT mampu mencatat konsumsi sekitar 60,6 km per liter.

Kapasitas mesin yang kompak dan dimensinya yang ringan membuat skutik ini sesuai untuk aktivitas perkotaan, seperti perjalanan ke kantor, sekolah maupun kampus.

Namun, angka konsumsi BBM tidak bisa dijadikan patokan mutlak untuk seluruh pengendara.

Hasil di jalan raya dapat berubah karena banyak faktor, mulai dari kecepatan, kepadatan lalu lintas, beban, kondisi jalan, tekanan ban, hingga kebiasaan membuka gas. 

Karena itu, angka pengujian pabrikan lebih tepat digunakan sebagai gambaran efisiensi, bukan jaminan konsumsi dalam penggunaan sehari-hari.

Selain BeAT, Honda Genio juga termasuk skutik 110 cc yang mengedepankan efisiensi. Data Honda untuk Genio mencatat konsumsi sekitar 59,1 km per liter pada metode pengujian tertentu.

Mesin 110 cc eSP dipadukan dengan bodi yang relatif ringan sehingga karakter motor ini cocok untuk mobilitas harian di perkotaan.

Honda Scoopy juga berada di kelompok motor yang dikenal hemat bahan bakar. Pada salah satu data pengujian Honda, Scoopy mencatat konsumsi 59 km per liter dengan metode ECE R40 dan Idling Stop System aktif.

Selain efisiensi, daya tarik Scoopy berada pada desain retro-modern yang membuatnya tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga gaya.

Bagi konsumen yang lebih menyukai motor bebek, Honda Revo dan Supra X 125 FI dapat menjadi alternatif.

Karakter motor bebek yang relatif ringan serta konstruksi yang sederhana membuat keduanya masih relevan untuk pengguna yang mengutamakan kepraktisan dan efisiensi dalam perjalanan rutin.

Supra X 125 FI, misalnya, pernah dicatat Honda memiliki konsumsi bahan bakar 57,2 km per liter berdasarkan metode ECE R40 Euro 3.

Pada pengujian dengan standar Euro 2, angkanya mencapai 61,8 km per liter. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa metode pengujian turut memengaruhi angka konsumsi yang tercantum dalam spesifikasi.

Di kelas 125 cc, Honda Vario 125 menawarkan kompromi antara efisiensi dan performa.

Data Honda pada salah satu generasi Vario 125 menunjukkan konsumsi 51,7 km per liter berdasarkan metode ECE R40 Euro 3 dengan Idling Stop System aktif.

Motor ini menggunakan mesin 124,8 cc dan transmisi otomatis V-Matic.

Kelas mesin yang lebih besar bukan berarti otomatis boros. Honda Vario 160, PCX 160 dan ADV160 tetap dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang membutuhkan tenaga lebih besar, tetapi ingin konsumsi bahan bakar tetap terkendali.

Meski begitu, secara umum motor dengan kapasitas mesin lebih besar membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibanding model 110 cc ketika digunakan dalam kondisi yang sama.

Vario 160 mengisi kebutuhan pengguna yang mencari skutik harian dengan performa lebih kuat. Sementara itu, PCX 160 lebih menitikberatkan kenyamanan, terutama untuk perjalanan menengah.

ADV160 memiliki karakter berbeda dengan desain bergaya adventure yang membuatnya menarik bagi pengguna yang membutuhkan motor serbaguna untuk perjalanan perkotaan maupun luar kota.

Honda juga memiliki pilihan dari segmen motor sport, salah satunya CB150 Verza. Model ini dapat menjadi alternatif bagi pengendara yang tidak ingin menggunakan skutik tetapi tetap mempertimbangkan efisiensi bahan bakar.

Karakter naked bike dan posisi berkendara yang berbeda dari skutik membuat kebutuhan pengguna menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan.

Jika seluruh model tersebut dibandingkan, motor Honda bermesin 110 cc cenderung menjadi pilihan paling rasional bagi pengguna yang prioritas utamanya adalah penghematan bahan bakar.

BeAT, Genio dan Scoopy berada di kelompok tersebut, dengan angka pengujian pabrikan yang berada di kisaran mendekati 60 km per liter. Revo juga menarik bagi konsumen yang lebih menyukai motor bebek.

Untuk pengguna yang membutuhkan keseimbangan antara konsumsi dan performa, kelas 125 cc seperti Vario 125 dan Supra X 125 FI menawarkan pilihan yang lebih fleksibel.

Sementara itu, Vario 160, PCX 160 dan ADV160 lebih tepat dipertimbangkan apabila kebutuhan terhadap tenaga, kenyamanan, fitur dan kemampuan perjalanan lebih besar daripada sekadar mengejar angka konsumsi BBM terendah.

Pada akhirnya, memilih motor paling irit bukan semata-mata membandingkan angka kilometer per liter.

Jarak tempuh harian, kondisi rute, jumlah penumpang, gaya berkendara dan biaya perawatan juga menentukan pengeluaran sebenarnya. 

Motor yang paling hemat di atas kertas belum tentu menjadi pilihan paling ekonomis jika karakter penggunaannya tidak sesuai.

Perawatan rutin juga berperan dalam menjaga efisiensi. Kondisi mesin, sistem injeksi, filter udara, busi, pelumas dan tekanan ban perlu diperhatikan agar motor bekerja sebagaimana mestinya.

Dengan memilih kapasitas mesin sesuai kebutuhan dan menjaga kondisi kendaraan, pengendara dapat memperoleh efisiensi yang lebih konsisten dalam pemakaian sehari-hari.

 

Editor : Mahendra Aditya
motor Honda paling irit BBM 2026 motor Honda irit bensin motor Honda hemat BBM konsumsi BBM motor Honda honda beat