JAKARTA — BYD Racco mulai mencuri perhatian setelah resmi masuk ke pasar mobil mungil Jepang. Mobil listrik yang dirancang khusus mengikuti regulasi kei car tersebut tidak hanya mengandalkan harga dan teknologi, tetapi juga disebut menawarkan kualitas berkendara yang mampu menyaingi bahkan melampaui sejumlah kei car produksi Jepang.
Penilaian tersebut datang dari jurnalis otomotif Jepang, Nanao Shimazaki, setelah mencoba BYD Racco di jalan umum sekitar Fuji Speedway. Dalam ulasannya, Shimazaki menilai karakter berkendara Racco terasa halus dan nyaman.
Menurutnya, pengalaman mengemudikan Racco memberikan kesan berbeda dibandingkan ekspektasi terhadap mobil mungil. Racco dinilai mempunyai kualitas berkendara yang berada di atas karakter umum kei car.
Secara tampilan, BYD Racco memang mengambil formula yang lazim ditemukan pada kei car berukuran tinggi. Siluetnya mengingatkan pada model seperti Honda N-BOX maupun Daihatsu Tanto, tetapi BYD memilih desain yang lebih sederhana dan modern.
Dimensi Racco mencapai panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.800 mm, dengan jarak sumbu roda 2.520 mm. BYD juga membekali mobil ini dengan motor listrik 47 kW atau sekitar 64 PS dan torsi maksimum 160 Nm dengan penggerak roda depan.
Interior Jadi Salah Satu Andalan
Masuk ke kabin, Racco menawarkan pendekatan yang cukup berbeda untuk sebuah kei car. Tata letak instrumen dibuat sederhana dan mudah dipahami, sementara sejumlah tombol fisik tetap dipertahankan.
Kualitas jok juga menjadi salah satu bagian yang mendapat apresiasi. Kenyamanan kabin disebut memberikan kesan seperti mobil BYD dengan kelas yang lebih tinggi.
Pada varian tertentu, fitur yang ditawarkan bahkan tergolong lengkap untuk ukuran kei car. BYD menyediakan fitur seperti setir dan jok berpemanas, jok pengemudi elektrik serta kamera dengan tampilan sekeliling pada varian tertinggi.
Pintu geser menjadi fitur lain yang menonjol. Sistem tersebut dirancang untuk mempermudah akses penumpang, terutama ketika digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
BYD sejak awal memang mengembangkan Racco khusus untuk pasar Jepang. Mobil ini menggunakan format super-height kei car dengan pintu geser dan penggerak listrik murni.
Suspensi dan Bodi Bikin Racco Stabil
Kualitas berkendara menjadi bagian yang paling menarik dari Racco. Bobot baterai yang ditempatkan pada bagian bawah mobil membantu menurunkan pusat gravitasi.
Kombinasi tersebut dengan suspensi dan struktur bodi membuat Racco dinilai tetap stabil meski mempunyai bentuk bodi tinggi.
Karakter motor listriknya juga bukan tipe yang mengejar akselerasi agresif. Sebaliknya, respons tenaga dibuat halus sehingga lebih cocok untuk penggunaan perkotaan.
BYD menggunakan ban Sailun Turismo Comfort CS21 berukuran 165/65 R15. Karakter ban tersebut turut mendukung kenyamanan sekaligus memberikan respons kemudi yang dinilai cukup baik.
Dengan pendekatan tersebut, Racco tidak hanya diposisikan sebagai mobil listrik mungil yang murah, tetapi juga sebagai kendaraan yang menawarkan pengalaman berkendara lebih matang.
Harga Mulai Rp 200 Jutaan
BYD Racco resmi diluncurkan di Jepang pada 28 Juli 2026. Reuters melaporkan harga awalnya sekitar 1,95 juta yen sebelum subsidi dan pajak, sementara BYD menargetkan penjualan 10.000 unit hingga akhir 2026.
Dalam informasi resmi BYD Jepang, Racco saat ini ditawarkan dalam tiga varian. Racco 200 dibanderol 2.145.000 yen dengan jarak tempuh 210 km, sedangkan Racco 300 Plus dan 300 Premium sama-sama diklaim mampu menempuh hingga 320 km. Harga masing-masing 2.398.000 yen dan 2.497.000 yen.
Seluruh varian menggunakan motor 47 kW, sementara versi dengan baterai lebih besar menawarkan jarak tempuh hingga 320 km. BYD juga mengklaim Racco merupakan kei EV pertama mereka sekaligus model yang dikembangkan secara khusus mengikuti regulasi mobil kecil Jepang.
Tantang Pabrikan Jepang
Kehadiran Racco menjadi langkah strategis BYD untuk masuk lebih dalam ke pasar otomotif Jepang. Segmen kei car selama ini didominasi merek lokal seperti Honda, Suzuki, Daihatsu dan Nissan.
Reuters mencatat BYD sebelumnya belum mendapatkan pangsa besar di Jepang. Karena itu, Racco menjadi salah satu produk penting untuk meningkatkan eksistensi perusahaan China tersebut di Negeri Sakura.
Selain menawarkan harga kompetitif, BYD mencoba membedakan Racco melalui teknologi EV, fitur kenyamanan, sistem perangkat lunak dan teknologi keselamatan.
BYD menyebut Racco menggunakan teknologi Software Defined Vehicle (SDV) yang memungkinkan pembaruan perangkat lunak melalui OTA. Mobil ini juga mengadopsi teknologi X-PACK serta baterai Blade yang menjadi bagian dari struktur kendaraan.
Dengan kombinasi tersebut, Racco kini menjadi salah satu penantang serius di segmen kei car Jepang. Bukan hanya karena statusnya sebagai mobil listrik dari China, tetapi juga karena kualitas berkendara dan kelengkapan fitur yang mulai mendapat perhatian dari pengamat otomotif Jepang.
Editor : Mahendra Aditya