Wuling Aira ev vs Air ev: Sama-sama Mobil Listrik Mungil, tapi Spesifikasi dan Harganya Jomplang

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:57 WIB
Siap Guncang Pasar EV! Wuling Aira EV Hadir dengan Jarak Tempuh 300 Km dan Harga Super Terjangkau.
Siap Guncang Pasar EV! Wuling Aira EV Hadir dengan Jarak Tempuh 300 Km dan Harga Super Terjangkau.

JAKARTA — Wuling Aira ev langsung mencuri perhatian pasar setelah mencatat 2.238 surat pemesanan kendaraan (SPK) selama Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Angka tersebut menyumbang sekitar 68 persen dari total 3.290 SPK yang dikumpulkan Wuling sepanjang pameran.

Yang menarik, Aira ev bukan hanya mencatat penjualan tinggi karena statusnya sebagai model baru. Mobil listrik mungil ini menawarkan formula yang berbeda dari Wuling Air ev, terutama pada jumlah pintu, dimensi, harga, serta konsep penggunaan sehari-hari.

Dari total pemesanan Aira ev, sebanyak 165 unit merupakan varian Standard Range dan 2.073 unit lainnya Long Range. Artinya, lebih dari 92 persen konsumen yang memesan Aira ev di GIIAS 2026 memilih varian dengan jangkauan lebih jauh.

Respons pengunjung juga terlihat dari aktivitas test drive. Aira ev menjadi model Wuling yang paling banyak dicoba dengan 1.648 kali pengujian dari total 2.203 aktivitas test drive seluruh lini Wuling selama pameran. Bahkan, sebanyak 147 unit Aira ev Long Range telah diserahterimakan kepada konsumen melalui program Deal n Drive.

Sales Director Wuling Motors Kharismawan Awangga menyebut capaian tersebut menunjukkan tingginya respons konsumen terhadap produk yang diperkenalkan Wuling di GIIAS 2026. Aira ev sendiri menjadi salah satu produk utama yang diperkenalkan Wuling dalam ajang tersebut.

Secara produk, Aira ev dirancang sebagai city car listrik dengan empat pintu. Inilah pembeda paling mudah terlihat dibandingkan Air ev yang menggunakan konfigurasi dua pintu. Wuling menjelaskan bahwa Aira ev memang dikembangkan sebagai mobil perkotaan yang lebih konvensional, tetapi tetap mempertahankan bodi kompak.

Konsep empat pintu tersebut membawa perubahan besar dalam penggunaan sehari-hari. Penumpang belakang Aira ev dapat keluar-masuk melalui pintu masing-masing tanpa harus menggeser atau melipat jok depan. Bagi konsumen yang kerap membawa keluarga, anak, atau penumpang di bangku belakang, konfigurasi ini menjadi keunggulan praktis yang tidak ditawarkan Air ev.

Aira ev juga memiliki dimensi lebih besar. Berdasarkan spesifikasi resmi Wuling, panjangnya mencapai 3.268 mm, lebar 1.550 mm, tinggi 1.575 mm, dengan jarak sumbu roda 2.190 mm. Sebagai pembanding, New Air ev memiliki panjang 2.974 mm, lebar 1.505 mm, tinggi 1.631 mm dan wheelbase 2.010 mm.

Dengan demikian, Aira ev lebih panjang sekitar 294 mm dan memiliki wheelbase 180 mm lebih panjang dibandingkan Air ev. Namun, Aira ev justru sedikit lebih rendah dan lebih lebar. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa Wuling tidak sekadar mengganti nama Air ev, tetapi menawarkan pendekatan berbeda pada segmen kendaraan listrik perkotaan.

Di sektor tenaga, Aira ev mengandalkan motor listrik berdaya maksimum 30 kW. Motor tersebut dipadukan dengan baterai LFP berkapasitas 25,1 kWh dan sistem penggerak roda belakang atau Rear-Wheel Drive (RWD). Wuling mengklaim jarak tempuhnya mencapai hingga 300 km berdasarkan standar CLTC.

Untuk pasar Indonesia, Wuling menyediakan dua pilihan Aira ev. Varian Standard Range diklaim mampu menempuh hingga 205 km, sedangkan Long Range mencapai hingga 301 km berdasarkan pengujian CLTC. Harga resminya juga menjadi salah satu daya tarik terbesar.

Wuling memasarkan Aira ev Standard Range dengan harga Rp155 juta OTR Jakarta. Sementara itu, Aira ev Long Range dibanderol Rp175 juta OTR Jakarta. Harga tersebut membuat Aira ev berada di bawah harga New Air ev yang saat ini ditawarkan mulai sekitar Rp214 juta untuk Lite 200 km, Rp251 juta untuk Lite 300 km, hingga Rp307 juta untuk Pro 300 km OTR Jakarta.

Perbedaan harga tersebut menjadi salah satu hal paling menarik dari kehadiran Aira ev. Secara sederhana, konsumen yang mencari mobil listrik mungil dengan harga lebih terjangkau kini memiliki pilihan baru dari merek yang sama.

Bahkan, Aira ev Long Range yang dibanderol Rp175 juta masih lebih murah sekitar Rp39 juta dibandingkan New Air ev Lite 200 km. Jika dibandingkan dengan New Air ev Pro 300 km, selisihnya mencapai sekitar Rp132 juta.

Namun, perbandingan tidak bisa hanya didasarkan pada harga. Air ev memiliki keunggulan dari sisi ukuran yang lebih pendek sehingga lebih mudah digunakan di ruang yang sangat terbatas. Dengan panjang kurang dari tiga meter, Air ev lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan kemampuan bermanuver dan parkir di kawasan perkotaan yang padat.

Air ev juga telah memiliki rekam jejak lebih panjang di Indonesia. Mobil tersebut pertama kali diperkenalkan secara global pada GIIAS 2022 dan diproduksi di fasilitas Wuling Cikarang. Wuling sebelumnya menyebut Air ev telah mencatat penjualan lebih dari 19.000 unit hingga 2025.

Sementara itu, Aira ev mengambil pendekatan berbeda. Empat pintu menjadi nilai jual utama karena membuat akses ke baris belakang jauh lebih mudah. Mobil ini tetap mempertahankan ukuran kompak, tetapi memberikan pengalaman yang lebih menyerupai city car konvensional.

Dari sisi teknologi baterai, keduanya sama-sama menggunakan baterai LFP. Aira ev menggunakan kapasitas 25,1 kWh, sedangkan New Air ev tersedia dengan baterai 17,3 kWh untuk jarak hingga 200 km dan 26,7 kWh untuk jarak hingga 300 km CLTC.

Aira ev juga menawarkan fitur modern seperti layar kontrol 10,1 inci dengan konektivitas smartphone. Sistem keselamatannya mencakup dua SRS airbags, Tire Pressure Monitoring System (TPMS), Hill Hold Control (HHC), Electronic Stability Control (ESC), kamera dan sensor parkir belakang, serta Electric Parking Brake dengan Auto Vehicle Hold.

Salah satu perubahan penting lainnya adalah sistem pengisian daya. Untuk pasar Indonesia, Aira ev disesuaikan dengan standar CCS2, sementara Air ev dikenal menggunakan sistem pengisian AC GB/T. Penyesuaian CCS2 membuat Aira ev lebih relevan dengan ekosistem pengisian kendaraan listrik yang digunakan di Indonesia.

Jika dilihat dari keunggulannya, Aira ev memiliki beberapa daya tarik utama. Pertama, harga mulai Rp155 juta membuatnya menjadi salah satu opsi EV baru paling agresif di pasar. Kedua, konfigurasi empat pintu meningkatkan kepraktisan. Ketiga, varian Long Range menawarkan jarak hingga 301 km CLTC. Keempat, motor 30 kW dan penggerak roda belakang tetap mempertahankan karakter mobil listrik perkotaan yang ringkas.

Namun, Aira ev juga memiliki sejumlah keterbatasan. Sebagai city car berukuran kecil, kapasitas dan kenyamanan kabinnya tentu tidak dapat disamakan dengan mobil listrik berukuran lebih besar. Angka jarak tempuh 205 km dan 301 km juga menggunakan standar CLTC sehingga hasil penggunaan di kondisi nyata dapat berbeda tergantung kecepatan, beban, gaya mengemudi, kondisi jalan, suhu, serta penggunaan pendingin udara.

Pilihan roda dan kelengkapan juga memperlihatkan bahwa Aira ev lebih berorientasi pada efisiensi dan mobilitas perkotaan ketimbang performa tinggi. Motor 30 kW cukup untuk kebutuhan kota, tetapi jangan berharap karakter akselerasi seperti mobil listrik dengan motor berdaya jauh lebih besar.

Sementara itu, Air ev tetap mempunyai alasan kuat untuk dipilih. Dimensinya yang lebih mungil menjadi keuntungan ketika menghadapi jalan sempit atau area parkir terbatas. Model ini juga sudah memiliki basis pengguna dan pengalaman lebih panjang di Indonesia.

Dengan demikian, pertarungan Aira ev dan Air ev sebenarnya bukan soal mana yang lebih baru. Keduanya menawarkan filosofi berbeda.

Aira ev lebih cocok bagi konsumen yang menginginkan EV mungil dengan akses empat pintu, harga lebih rendah, dan fleksibilitas lebih baik untuk membawa penumpang belakang. Sebaliknya, Air ev lebih masuk akal bagi pengguna yang mengutamakan bodi superkompak, kemudahan parkir, serta pengalaman menggunakan model yang sudah lebih lama hadir di Indonesia.

Besarnya kontribusi Aira ev terhadap SPK Wuling di GIIAS 2026 menunjukkan satu hal penting: harga dan kepraktisan masih menjadi faktor sangat kuat dalam menarik konsumen EV. Dari 3.290 SPK Wuling selama pameran, Aira ev sendiri menyumbang 2.238 unit.

Bahkan, penghargaan Most Driven EV Passenger yang diraih Aira ev di GIIAS 2026 semakin memperkuat daya tarik model tersebut di mata pengunjung. Wuling juga meraih penghargaan Best Collaboration Passenger Booth melalui kolaborasinya dengan Disney and Pixar's Toy Story 5.

Dengan banderol mulai Rp155 juta, empat pintu, baterai 25,1 kWh pada konfigurasi yang dipasarkan Wuling, motor 30 kW, serta klaim jarak hingga 301 km CLTC untuk varian Long Range, Aira ev datang bukan sekadar sebagai tambahan lini Wuling.

Mobil ini berpotensi mengubah persepsi konsumen terhadap mobil listrik murah: tidak harus memilih mobil yang sangat kecil hanya demi mendapatkan harga terjangkau. Aira ev mencoba menawarkan jalan tengah—tetap ringkas untuk kota, tetapi lebih praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Editor : Mahendra Aditya
Wuling Aira EV Aira ev GIIAS 2026 harga Aira ev perbedaan Aira ev dan Air ev Wuling Air EV