RADAR KUDUS - Keinginan memiliki mobil listrik dengan cicilan ringan semakin besar seiring hadirnya berbagai model berharga terjangkau di Indonesia. Salah satu yang paling menyita perhatian pada ajang GIIAS 2026 adalah Wuling Aira EV, city car listrik terbaru yang dibanderol mulai sekitar Rp155 juta. Banyak calon pembeli kemudian bertanya, apakah mobil listrik ini benar-benar bisa dimiliki dengan cicilan hanya sekitar Rp1 juta per bulan?
Jawabannya, bisa, tetapi dengan syarat yang tidak ringan. Konsumen harus menyediakan uang muka atau down payment (DP) dalam jumlah sangat besar sehingga nilai pembiayaan yang dicicil menjadi jauh lebih kecil.
Penjelasan tersebut disampaikan pihak Astra Credit Companies (ACC) yang menjadi salah satu perusahaan pembiayaan resmi di GIIAS 2026. Menurut ACC, besarnya angsuran tidak hanya dipengaruhi oleh tenor, tetapi juga nilai uang muka yang dibayarkan sejak awal.
Regional Retail Business Head DKI 1 ACC, Henry Sinaga, menjelaskan bahwa memperpanjang masa kredit belum tentu otomatis membuat cicilan turun hingga kisaran Rp1 juta per bulan. Faktor paling menentukan justru besarnya DP.
Sebagai ilustrasi sederhana, apabila harga kendaraan sekitar Rp150 juta, maka konsumen yang menginginkan cicilan sekitar Rp1 juta setiap bulan diperkirakan harus membayar uang muka mendekati Rp125 juta. Nilai tersebut sudah mempertimbangkan adanya bunga pembiayaan yang dikenakan selama masa kredit.
Artinya, semakin kecil nilai pinjaman yang diajukan ke perusahaan pembiayaan, semakin rendah pula cicilan bulanannya.
Simulasi Kredit Wuling Aira EV
Bagi konsumen yang memilih skema pembiayaan normal, Wuling Aira EV juga dapat dibeli menggunakan DP sekitar 20 persen atau kurang lebih Rp31 juta.
Namun dengan DP tersebut, besaran cicilan tentu masih berada di atas angka Rp1 juta.
Berikut simulasi kredit Wuling Aira EV Standard Range dengan harga sekitar Rp155 juta:
-
Tenor 12 bulan
-
Total pembayaran awal sekitar Rp48,9 juta
-
Cicilan sekitar Rp10,65 juta per bulan
-
-
Tenor 24 bulan
-
Pembayaran awal sekitar Rp47,1 juta
-
Cicilan sekitar Rp5,50 juta per bulan
-
-
Tenor 36 bulan
-
Pembayaran awal sekitar Rp49,3 juta
-
Cicilan sekitar Rp3,79 juta per bulan
-
-
Tenor 48 bulan
-
Pembayaran awal sekitar Rp52,1 juta
-
Cicilan sekitar Rp2,99 juta per bulan
-
-
Tenor 60 bulan
-
Pembayaran awal sekitar Rp55,1 juta
-
Cicilan sekitar Rp2,58 juta per bulan
-
Dari simulasi tersebut terlihat bahwa dengan DP standar 20 persen sekalipun, cicilan paling rendah masih berada di kisaran Rp2,5 juta per bulan untuk tenor lima tahun.
Mengapa DP Sangat Berpengaruh?
Dalam sistem pembiayaan kendaraan, besarnya angsuran dihitung berdasarkan nilai pokok pinjaman setelah dikurangi uang muka.
Semakin besar DP yang dibayarkan, semakin kecil sisa dana yang harus dibiayai lembaga pembiayaan. Dampaknya, bunga yang dikenakan juga lebih rendah sehingga cicilan bulanan ikut menurun.
Sebaliknya, DP kecil memang membuat biaya awal lebih ringan, tetapi konsekuensinya cicilan bulanan menjadi jauh lebih tinggi karena pokok pinjaman masih besar.
Wuling Aira EV Jadi Mobil Listrik Paling Terjangkau
Wuling Aira EV diperkenalkan sebagai salah satu mobil listrik dengan harga paling kompetitif di pasar Indonesia. Mobil ini dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan dengan dimensi kompak, biaya operasional rendah, serta teknologi kendaraan listrik yang lebih mudah dijangkau masyarakat.
Selain harga yang menarik, biaya energi listrik per kilometer juga jauh lebih hemat dibanding kendaraan bermesin bensin. Biaya perawatan berkala relatif lebih rendah karena kendaraan listrik memiliki komponen bergerak lebih sedikit dan tidak memerlukan penggantian oli mesin secara rutin.
Keunggulan tersebut membuat mobil listrik semakin diminati, terutama setelah pemerintah terus mendorong percepatan ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai insentif, pembangunan stasiun pengisian daya, hingga dukungan industri manufaktur lokal.
Sebelum Mengambil Kredit, Hitung Kemampuan Finansial
Meski banyak promo pembiayaan ditawarkan selama GIIAS 2026, calon pembeli tetap disarankan menghitung kemampuan keuangan secara realistis.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama ini mengingatkan agar total cicilan utang tidak melebihi sekitar 30–35 persen dari pendapatan bulanan agar kondisi keuangan tetap sehat.
Selain memperhatikan besarnya angsuran, konsumen juga perlu menghitung biaya tambahan seperti asuransi, administrasi kredit, pajak kendaraan, biaya pengisian daya, hingga pengeluaran operasional lainnya.
Dengan demikian, keputusan membeli mobil listrik tidak hanya didasarkan pada besarnya cicilan, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan finansial jangka panjang.
Editor : Mahendra Aditya