Dari Pulau Parang, Nasihin Pemuda Jepara Bawa Ekonomi Kreatif Produk Stiker Custom Tembus Pasar Malaysia

Admin • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:28 WIB



INSPIRATIF: Khoirun Nasihin asal Pulau Parang, Karimunjawa, sukses mengembangkan usaha stiker custom di Jepara hingga menembus pasar Malaysia dan Singapura melalui pemasaran digital.
INSPIRATIF: Khoirun Nasihin asal Pulau Parang, Karimunjawa, sukses mengembangkan usaha stiker custom di Jepara hingga menembus pasar Malaysia dan Singapura melalui pemasaran digital.

 

JEPARA – Pulau Parang di Kecamatan Karimunjawa menjadi tempat Khoirun Nasihin menghabiskan masa kecilnya. Pada 2018, pria kelahiran 12 Desember 1991 itu memilih merantau ke daratan Jepara untuk merintis usaha stiker custom. Berbekal modal Rp 5 juta, usaha yang dirintisnya kini melayani pesanan hingga Singapura dan Malaysia.

Hijrah ke Darat, Merintis dari Nol

Keputusan merantau diambil karena melihat peluang di sektor ekonomi kreatif. Saat memulai usaha, modal yang dimiliki hanya Rp 5 juta dengan peralatan cetak sederhana.

Workshop yang dirintisnya beberapa kali berpindah lokasi. Keterbatasan modal membuat pengembangan usaha dilakukan secara bertahap.

Sebagian besar keuntungan tidak digunakan untuk kebutuhan pribadi. Dana tersebut disisihkan untuk membeli peralatan produksi.

"Saya memilih memutar keuntungan untuk membeli mesin agar kualitas produksi terus meningkat," ujar Nasihin.

Kini, usaha yang dirintisnya telah menggunakan mesin cetak dan cutting dengan nilai investasi mencapai ratusan juta rupiah.

TikTok Jadi Pintu Masuk Pasar Luar Negeri

Media sosial menjadi salah satu sarana pemasaran yang digunakan Nasihin. Konten-konten yang diunggah melalui TikTok mulai menjangkau pengguna dari luar Indonesia.

Pada 2024, ia menerima pesanan dari Dhani, pelanggan asal Johor, Malaysia. Komunikasi diawali dari kolom komentar TikTok, kemudian berlanjut melalui direct message sebelum berpindah ke WhatsApp.

Nasihin mengirim daftar pre-order berisi pilihan bahan, ukuran, dan konsep desain. Setelah pelanggan menyetujui spesifikasi, pembayaran uang muka dilakukan sebagai tanda dimulainya proses produksi.

Pembahasan desain dilakukan melalui video call. Pelanggan dapat menyampaikan perubahan secara langsung, mulai posisi tulisan, ukuran gambar, hingga komposisi warna.

"Kalau ada tulisan yang perlu digeser atau warna yang ingin diubah, kami revisi saat video call sampai sesuai," katanya.

Setelah desain disetujui, produk dicetak. Pelanggan kemudian melunasi pembayaran sebelum stiker dikirim melalui layanan PT Pos Indonesia ke Johor.

Sejak itu, pesanan dari luar negeri mulai berdatangan. Selain Malaysia, produknya juga telah dikirim ke Singapura.

Membuka Lapangan Kerja

Bertambahnya pesanan diikuti peningkatan kapasitas produksi. Nasihin kemudian merekrut tiga karyawan untuk membantu proses desain, produksi, dan penyelesaian akhir.

Pengembangan usaha dilakukan secara bertahap dengan menyisihkan sebagian keuntungan sebagai investasi peralatan produksi.

Jepara selama ini dikenal melalui industri mebel dan seni ukir yang telah lama menembus pasar ekspor. Di sisi lain, sektor ekonomi kreatif juga mulai menunjukkan geliatnya.

Usaha yang dirintis Nasihin menjadi salah satu contoh. Berawal dari sebuah workshop di Jepara, produk stiker custom yang diproduksi kini telah dikirim ke Singapura dan Malaysia.

Tujuh tahun setelah dirintis dengan modal Rp 5 juta, usaha yang dibangun Khoirun Nasihin berkembang dari peralatan sederhana menjadi workshop dengan mesin produksi bernilai ratusan juta rupiah. Dari Jepara, produk stiker custom buatannya kini menjangkau pelanggan di dalam negeri hingga luar negeri.



Editor : Admin
ekonomi kreatif Jepara Khoirun Nasihin Stiker Custom Jepara Ekspor Malaysia umkm jepara