Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

BYD Tembus 130.000 Pengiriman Mobil di Thailand, Pabrik Lokal Jadi Kunci Dominasi Pasar ASEAN

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 16 Juli 2026 | 17:48 WIB
BYD Fangchengbao Ti 7
BYD Fangchengbao Ti 7

BANGKOK – Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, kembali mencatat pencapaian penting di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan mengumumkan telah membukukan lebih dari 130.000 pengiriman kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Thailand sejak memasuki pasar negara tersebut pada 2022.

Momentum tersebut dirayakan bersamaan dengan peluncuran BYD Sealion 5 DM-i, SUV plug-in hybrid terbaru yang memperkuat jajaran kendaraan elektrifikasi BYD di Thailand. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan posisi Thailand sebagai salah satu pasar paling strategis bagi BYD di kawasan Asia-Pasifik.

Sealion 5 DM-i Jadi Simbol Tonggak Baru BYD

Dalam seremoni yang digelar di Bangkok, BYD mengungkapkan bahwa kendaraan ke-130.000 yang diserahkan kepada konsumen Thailand adalah Sealion 5 DM-i.

Model ini mengusung teknologi DM-i (Dual Mode Intelligent), sistem plug-in hybrid andalan BYD yang mengombinasikan mesin bensin efisien dengan motor listrik untuk menghadirkan konsumsi bahan bakar rendah, performa responsif, serta jarak tempuh yang lebih panjang dibandingkan kendaraan konvensional.

Peluncuran Sealion 5 DM-i memperluas portofolio kendaraan hybrid BYD di Thailand, melengkapi lini produk yang sebelumnya telah mencakup berbagai model listrik murni maupun plug-in hybrid.

Baca Juga: BYD Gebrak Segmen Supercar! Denza Z Meluncur dengan Akselerasi 0-100 Km/Jam Hanya 1,96 Detik

Thailand Jadi Basis Produksi Regional

Di balik pertumbuhan pesat penjualan, BYD juga memperkuat kapasitas manufakturnya melalui fasilitas produksi di Rayong, Provinsi Rayong, Thailand.

Pabrik yang berlokasi di kawasan industri WHA Industrial Estate ini merupakan fasilitas produksi mobil penumpang pertama BYD di luar China. Operasionalnya dimulai pada Juli 2024 dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 kendaraan per tahun.

Saat ini, fasilitas tersebut memproduksi lima model utama untuk pasar domestik Thailand, yaitu:

Seluruh model tersebut telah memperoleh sertifikasi Made in Thailand dari Federation of Thai Industries (FTI), menandakan tingginya tingkat kandungan lokal dalam proses produksi.

Kandungan Lokal Terus Meningkat

BYD menyebut strategi lokalisasi menjadi salah satu faktor utama keberhasilannya di Thailand. Perusahaan terus meningkatkan penggunaan komponen lokal untuk memperkuat rantai pasok sekaligus menekan biaya produksi.

Saat ini, sekitar 50 persen komponen yang digunakan di pabrik Rayong berasal dari pemasok dalam negeri Thailand. Selain itu, sekitar 93 persen tenaga kerja di fasilitas tersebut merupakan warga negara Thailand.

Dalam dua tahun terakhir, operasional pabrik ini juga telah menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja, memberikan kontribusi nyata terhadap sektor industri otomotif dan perekonomian lokal.

Thailand Disiapkan Menjadi Hub Kendaraan Listrik ASEAN

General Manager BYD Thailand, Ke Yubin, menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperluas investasi di sektor manufaktur, pengembangan sumber daya manusia, dan jaringan pemasok lokal.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang BYD untuk mendukung Thailand menjadi pusat produksi kendaraan energi baru (NEV) di kawasan ASEAN.

Pemerintah Thailand sendiri memang tengah mendorong transformasi industri otomotif melalui berbagai insentif, termasuk keringanan pajak, dukungan investasi, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Target nasionalnya adalah menjadikan sekitar 30 persen produksi kendaraan di negara tersebut sebagai kendaraan nol emisi pada 2030.

Baca Juga: Denza BAO 5 Resmi Masuk Eropa, SUV Plug-in Hybrid 544 PS Siap Tantang Land Rover hingga Jeep

Jadi Basis Ekspor ke Eropa

Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, pabrik Rayong juga memiliki peran strategis sebagai basis ekspor BYD.

Sejak 2025, BYD mulai mengirimkan kendaraan listrik Dolphin yang diproduksi di Thailand ke berbagai negara Eropa, termasuk:

Ekspor ini memperlihatkan bahwa kualitas produksi lokal telah memenuhi standar internasional, sekaligus memperkuat posisi Thailand dalam rantai pasok global BYD.

Persaingan EV di Asia Tenggara Semakin Ketat

Keberhasilan BYD di Thailand terjadi di tengah meningkatnya persaingan kendaraan listrik di Asia Tenggara. Selain BYD, sejumlah produsen otomotif asal China seperti GWM, MG, Changan, Geely, hingga GAC Aion juga agresif memperluas investasi dan jaringan penjualan di kawasan ini.

Meski demikian, BYD masih menjadi salah satu pemimpin pasar kendaraan energi baru di Thailand berkat kombinasi harga yang kompetitif, teknologi baterai Blade Battery, lini produk yang lengkap, serta dukungan manufaktur lokal.

Dengan pencapaian lebih dari 130.000 pengiriman kendaraan, ekspansi produksi di Rayong, dan strategi menjadikan Thailand sebagai pusat manufaktur sekaligus ekspor, BYD memperlihatkan keseriusannya untuk mempertahankan dominasi di pasar kendaraan listrik Asia Tenggara sekaligus memperkuat langkah menuju pasar global.

Editor : Mahendra Aditya
BYD Thailand BYD Sealion 5 DM-i Pabrik BYD Rayong Kendaraan Listrik ASEAN mobil listrik BYD