Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Porsche Resmi Akhiri Produksi Macan Bermesin Bensin, Fokus Penuh ke SUV Listrik

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:42 WIB
Ilustrasi Porche macan EV. (Gemini AI)
Ilustrasi Porche macan EV. (Gemini AI)

STUTTGART – Porsche resmi mengakhiri produksi global Macan bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE) pada akhir Juli 2026. Langkah ini menandai berakhirnya satu era bagi salah satu SUV premium paling sukses milik pabrikan asal Jerman tersebut, sekaligus mempertegas komitmen Porsche dalam mempercepat transformasi menuju kendaraan listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV).

Keputusan tersebut tetap dijalankan meskipun sepanjang semester pertama 2026 penjualan Macan bermesin bensin masih mengungguli varian listriknya.

Macan Kini Hanya Tersedia dalam Versi Listrik

Dengan dihentikannya lini produksi Macan ICE, nama Porsche Macan kini secara resmi hanya digunakan untuk model listrik.

Porsche sebelumnya telah menghentikan penjualan Macan bermesin bensin di pasar Eropa sejak awal 2025. Saat itu, regulasi keselamatan terbaru Uni Eropa General Safety Regulation 2 (GSR2) mengharuskan adanya pembaruan besar pada sistem elektronik kendaraan.

Alih-alih mengembangkan ulang platform lama yang sudah mendekati akhir siklus hidupnya, Porsche memilih mengakhiri produksi Macan konvensional secara bertahap hingga akhirnya diterapkan di seluruh pasar dunia.

Dengan keputusan tersebut, Porsche tidak lagi memiliki SUV kompak bermesin bensin maupun hybrid hingga setidaknya tahun 2028.

Baca Juga: Diterpa Isu Chapter 11, Lucid Motors Pastikan Operasional Tetap Aman Hingga Tahun Depan

Pengganti Bermesin Bensin Disiapkan pada 2028

Meski fokus pada elektrifikasi, Porsche belum sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran internal.

Perusahaan disebut tengah menyiapkan SUV crossover baru yang diperkirakan meluncur pada 2028. Model tersebut diprediksi menggunakan platform generasi terbaru Audi Q5, yang mendukung penggunaan mesin bensin modern serta teknologi hybrid.

Strategi ini menunjukkan Porsche tetap membuka ruang bagi kendaraan bermesin konvensional di tengah transisi industri otomotif yang berlangsung lebih lambat dari perkiraan.

Penjualan Macan Bensin Masih Lebih Tinggi

Ironisnya, di tengah penghentian produksinya, Macan bermesin bensin justru masih menjadi pilihan utama konsumen.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Porsche mengirimkan 35.315 unit Macan ke berbagai pasar dunia.

Rinciannya meliputi:

Data tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap SUV premium berbahan bakar bensin masih cukup kuat, meskipun tren kendaraan listrik terus berkembang.

Namun secara keseluruhan, penjualan Macan turun sekitar 22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengapa Penjualan EV Belum Sesuai Harapan?

Porsche mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan penjualan kendaraan listrik belum memenuhi ekspektasi, antara lain:

CEO Volkswagen Group, Oliver Blume, sebelumnya juga mengakui bahwa transisi menuju kendaraan listrik berlangsung lebih lambat dibanding proyeksi awal perusahaan.

Menurutnya, permintaan terhadap kendaraan bermesin pembakaran internal ternyata masih bertahan kuat di banyak pasar.

Produksi Macan ICE Ditingkatkan Sebelum Ditutup

Sejumlah laporan industri otomotif menyebut Porsche bahkan sempat meningkatkan produksi Macan bermesin bensin menjelang penghentian lini produksi.

Langkah tersebut dilakukan agar stok kendaraan tetap tersedia, khususnya untuk pasar Amerika Serikat, sehingga distribusi kepada konsumen diperkirakan masih dapat berlangsung hingga 2027 meskipun produksi telah dihentikan.

Elektrifikasi Tetap Menjadi Prioritas Porsche

Meski menghadapi perlambatan pasar kendaraan listrik, Porsche memastikan strategi elektrifikasi tetap menjadi arah utama perusahaan.

Selama semester pertama 2026, Porsche mencatat pengiriman sekitar 23.700 kendaraan listrik murni, meskipun angka tersebut turun sekitar 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di tingkat grup, Volkswagen Group juga mengalami penurunan pengiriman kendaraan listrik sekitar 5,8 persen.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi melemahnya permintaan di Amerika Serikat dan China, meski pasar Eropa masih menunjukkan pertumbuhan positif berkat dukungan regulasi serta infrastruktur pengisian daya yang semakin berkembang.

Cayenne Listrik Jadi Langkah Berikutnya

Transformasi Porsche menuju era kendaraan listrik tidak berhenti pada Macan.

Perusahaan telah memulai pengiriman Porsche Cayenne Electric kepada konsumen pada akhir Juni 2026. Kehadiran SUV listrik tersebut menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang Porsche untuk memperluas portofolio kendaraan tanpa emisi.

Selain Macan dan Cayenne Electric, Porsche juga terus mengembangkan model listrik lain berbasis platform PPE (Premium Platform Electric) yang dikembangkan bersama Audi.

Industri Otomotif Premium Sedang Berubah

Keputusan Porsche menghentikan Macan bermesin bensin mencerminkan perubahan besar yang sedang berlangsung di industri otomotif premium.

Produsen kendaraan mewah kini dihadapkan pada tantangan menyeimbangkan investasi besar di sektor elektrifikasi dengan kenyataan bahwa permintaan kendaraan berbahan bakar fosil masih cukup tinggi di sejumlah negara.

Di sisi lain, regulasi emisi yang semakin ketat di Eropa, Amerika Utara, dan beberapa negara Asia memaksa produsen otomotif mempercepat inovasi kendaraan listrik agar tetap kompetitif dalam jangka panjang.

Dengan berakhirnya produksi Macan ICE, Porsche memasuki babak baru sebagai salah satu produsen mobil sport premium yang semakin berfokus pada kendaraan listrik. Meski perjalanan menuju elektrifikasi penuh masih menghadapi berbagai tantangan, perusahaan optimistis strategi tersebut akan menjadi fondasi pertumbuhan bisnis di masa depan.

Editor : Mahendra Aditya
Porsche Macan Macan listrik Porsche EV Porsche Macan ICE mobil listrik Porsche