Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Diterpa Isu Chapter 11, Lucid Motors Pastikan Operasional Tetap Aman Hingga Tahun Depan

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 15 Juli 2026 | 18:38 WIB
Kendaraan listrik produksi dari Lucid Motors.
Kendaraan listrik produksi dari Lucid Motors.

CALIFORNIA – Produsen kendaraan listrik premium Lucid Motors membantah keras laporan yang menyebut perusahaan tengah mempertimbangkan mengajukan perlindungan kebangkrutan melalui Chapter 11 di Amerika Serikat. Klarifikasi tersebut disampaikan setelah harga saham perusahaan sempat merosot lebih dari 50 persen dalam perdagangan akibat beredarnya kabar tersebut.

Manajemen menegaskan bahwa kondisi keuangan perusahaan masih cukup kuat untuk mendukung operasional dalam jangka menengah dan menyatakan informasi mengenai rencana kebangkrutan tidak benar.

Lucid Pastikan Likuiditas Masih Memadai

Chief Communications Officer Lucid Motors, Nick Twork, menyatakan perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk menjalankan kegiatan operasional hingga setidaknya tahun depan.

Pernyataan itu merujuk pada laporan keuangan kuartalan terbaru yang sebelumnya telah dipublikasikan kepada investor.

Selain membantah isu kebangkrutan, Lucid juga menepis laporan yang menyebut dewan direksi telah membentuk komite khusus guna mengevaluasi opsi restrukturisasi melalui mekanisme Chapter 11.

Menurut perusahaan, informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Konsultan Restrukturisasi Fokus Tingkatkan Operasional

Lucid memang menggandeng perusahaan konsultan AlixPartners, namun kerja sama tersebut disebut hanya bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat kinerja bisnis.

Manajemen menegaskan bahwa AlixPartners tidak pernah memberikan rekomendasi agar Lucid mengajukan perlindungan kebangkrutan kepada direksi maupun dewan komisaris.

Penggunaan konsultan restrukturisasi sendiri merupakan langkah yang lazim dilakukan perusahaan otomotif maupun manufaktur untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya produksi, dan memperbaiki struktur bisnis tanpa harus memasuki proses kepailitan.

Rumor Bangkrut Picu Kepanikan Pasar

Isu mengenai kemungkinan pengajuan Chapter 11 pertama kali mencuat melalui sejumlah laporan media internasional dan langsung memicu reaksi negatif dari pasar modal.

Investor melakukan aksi jual besar-besaran sehingga harga saham Lucid mengalami penurunan tajam dalam satu sesi perdagangan.

Fenomena seperti ini cukup umum terjadi di sektor kendaraan listrik yang saat ini menghadapi persaingan semakin ketat, perlambatan permintaan di sejumlah pasar utama, serta tekanan biaya produksi yang masih tinggi.

Meski demikian, hingga kini Lucid tetap menegaskan tidak memiliki rencana mengajukan perlindungan kebangkrutan.

Restrukturisasi Tetap Berjalan

Walaupun membantah isu bangkrut, Lucid mengakui perusahaan memang tengah menjalankan berbagai langkah restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi.

Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain:

Perusahaan juga mengumumkan penghentian shift produksi kedua di pabrik Casa Grande, Arizona.

Kebijakan tersebut bertujuan menyesuaikan volume produksi dengan permintaan kendaraan listrik yang saat ini masih berfluktuasi.

Pengiriman Kendaraan Tumbuh Terbatas

Pada kuartal kedua tahun 2026, Lucid mencatat pengiriman sebanyak 3.953 unit kendaraan.

Jumlah tersebut hanya meningkat tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik premium masih menghadapi tantangan, terutama akibat kompetisi harga yang semakin agresif dari berbagai produsen global.

Selain bersaing dengan Tesla, Lucid juga menghadapi tekanan dari produsen kendaraan listrik asal Tiongkok seperti BYD, Xpeng, NIO, serta sejumlah merek otomotif tradisional yang kini semakin aktif meluncurkan kendaraan listrik baru.

Fokus pada Peluncuran Model Baru

Meski menghadapi tantangan bisnis, Lucid tetap melanjutkan strategi pengembangan produk.

Perusahaan saat ini masih mengandalkan sedan mewah Lucid Air serta SUV listrik Lucid Gravity sebagai produk utama.

Selain itu, Lucid tengah menyiapkan platform kendaraan listrik berukuran menengah yang ditujukan untuk menjangkau pasar dengan volume penjualan lebih besar.

Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan sekaligus memperluas pangsa pasar di segmen kendaraan listrik global.

Kolaborasi Robotaxi dengan Uber dan Nuro Tetap Berjalan

Di luar bisnis kendaraan penumpang, Lucid juga terus mengembangkan proyek kendaraan otonom melalui kerja sama dengan Uber dan perusahaan teknologi kendaraan tanpa pengemudi Nuro.

Dalam kesepakatan yang telah diumumkan sebelumnya, Uber berencana membeli sedikitnya 35.000 kendaraan listrik Lucid yang dilengkapi teknologi otonom dari Nuro dalam beberapa tahun mendatang.

Armada tersebut akan terdiri atas SUV Lucid Gravity serta model kendaraan listrik generasi berikutnya yang sedang dikembangkan.

Kolaborasi ini dipandang sebagai salah satu peluang pertumbuhan jangka panjang bagi Lucid di tengah semakin berkembangnya industri mobil otonom dan layanan ride-hailing berbasis kendaraan listrik.

Industri Kendaraan Listrik Masih Menghadapi Tantangan

Secara global, industri kendaraan listrik tengah memasuki fase yang lebih kompetitif dibanding beberapa tahun terakhir.

Pertumbuhan penjualan memang masih berlangsung, tetapi laju ekspansinya mulai melambat di sejumlah negara akibat berbagai faktor, seperti:

Kondisi tersebut mendorong banyak produsen melakukan efisiensi, restrukturisasi organisasi, hingga penyesuaian target produksi.

Meski demikian, Lucid menegaskan bahwa perusahaan masih berada dalam posisi keuangan yang memadai untuk menjalankan strategi bisnisnya dan tetap fokus mengembangkan kendaraan listrik premium serta teknologi mobil otonom sebagai bagian dari rencana pertumbuhan jangka panjang.

Editor : Mahendra Aditya
Lucid Motors Chapter 11 saham Lucid mobil listrik Lucid industri kendaraan listrik