Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

BYD Tancap Gas! Gandeng Sinopec Bangun 20.000 Stasiun Pengisian Daya Super Cepat

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 4 Juni 2026 | 08:15 WIB
Ilustrasi BYD charging station. (Gemini AI)
Ilustrasi BYD charging station. (Gemini AI)

RADAR KUDUS - Raksasa kendaraan listrik China, BYD, mengambil langkah besar untuk memperkuat dominasinya di pasar kendaraan energi baru. Perusahaan tersebut resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan energi milik negara, Sinopec, guna mempercepat pembangunan jaringan pengisian daya ultra-cepat di seluruh wilayah China.

Kesepakatan yang ditandatangani di Beijing pada 3 Juni 2026 itu tidak hanya mencakup pembangunan infrastruktur pengisian kendaraan listrik, tetapi juga kolaborasi di bidang rantai pasok, layanan pelanggan, hingga pengembangan ekosistem energi masa depan.

Kerja sama ini menjadi salah satu langkah paling ambisius dalam industri kendaraan listrik China, terutama ketika persaingan untuk menyediakan layanan pengisian daya yang cepat dan mudah semakin ketat.

Baca Juga: Saat Mobil Listrik Kuasai 63 Persen Pasar, China Mulai Pertimbangkan Pajak Jalan Baru untuk Kendaraan Listrik

BYD Percepat Ambisi Jaringan Pengisian Daya Nasional

Melalui kemitraan tersebut, BYD akan memanfaatkan jaringan luas yang dimiliki Sinopec untuk mempercepat pembangunan stasiun pengisian daya berkapasitas tinggi.

Sinopec saat ini mengoperasikan lebih dari 30.000 stasiun layanan energi yang tersebar di berbagai wilayah China. Selain itu, perusahaan juga mengelola lebih dari 14.000 fasilitas pengisian daya dan penukaran baterai kendaraan listrik.

Jaringan raksasa tersebut menjadi fondasi penting bagi program "Flash Charging China" yang diluncurkan BYD awal tahun ini. Program tersebut bertujuan memperluas akses pengisian daya ultra-cepat sehingga pengalaman menggunakan kendaraan listrik semakin praktis dan setara dengan kendaraan berbahan bakar konvensional.

Ketua Sinopec, Hou Qijun, menyatakan kerja sama ini akan mempercepat transformasi hijau sektor transportasi China sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur energi yang lebih modern dan berkelanjutan.

Target 20.000 Stasiun Fast Charging

Kesepakatan dengan Sinopec menjadi bagian penting dari target besar BYD untuk membangun 20.000 stasiun flash charging hingga akhir 2026.

Strategi tersebut diperkenalkan bersamaan dengan peluncuran teknologi pengisian daya generasi terbaru dan baterai Blade generasi kedua milik perusahaan.

Ketua sekaligus Presiden BYD, Wang Chuanfu, menegaskan bahwa perusahaan ingin mengubah cara masyarakat mengisi energi kendaraan listrik melalui teknologi yang lebih cepat dan efisien.

Menurut BYD, sistem terbaru mereka mampu menghasilkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Dalam kondisi ideal, teknologi tersebut memungkinkan kendaraan mengisi daya dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan menit.

Jika diterapkan secara luas, kemampuan ini berpotensi menghilangkan salah satu hambatan terbesar adopsi kendaraan listrik, yakni lamanya waktu pengisian baterai.

Baca Juga: WeRide dan Pony.ai Masuk Stock Connect, Investor China Daratan Kini Bisa Borong Saham Robotaxi

Tidak Sekadar Bangun Charger

Kolaborasi BYD dan Sinopec tidak berhenti pada pembangunan stasiun pengisian daya.

Kedua perusahaan juga berencana mengintegrasikan layanan pelanggan, sistem keanggotaan, hingga berbagai layanan digital yang mendukung pengalaman pengguna kendaraan listrik.

Selain itu, kerja sama akan diperluas ke sektor rantai pasok strategis, termasuk:

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa BYD tidak hanya ingin menjadi produsen mobil listrik, melainkan membangun ekosistem energi dan mobilitas yang terhubung dari hulu hingga hilir.

Proyek Percontohan Sudah Berjalan

Kolaborasi kedua perusahaan sebenarnya telah dimulai melalui proyek percontohan di Shenzhen.

Salah satu lokasi yang menjadi contoh awal adalah Stasiun Layanan Longzhuyuan milik Sinopec yang telah diubah menjadi fasilitas flash charging berkapasitas megawatt pertama hasil kerja sama kedua perusahaan.

Proyek ini menjadi model yang akan direplikasi di berbagai wilayah China dalam beberapa tahun mendatang.

Hingga 27 Mei 2026, BYD telah mengoperasikan lebih dari 6.100 stasiun flash charging milik sendiri. Angka tersebut menempatkan perusahaan sebagai salah satu pemilik jaringan pengisian daya kendaraan listrik terbesar di China yang dibangun langsung oleh produsen otomotif.

Bangun Ekosistem Mobilitas Masa Depan

Kemitraan dengan Sinopec merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memperkuat ekosistem mobilitas listrik BYD.

Sebelumnya pada Mei 2026, BYD juga menandatangani kerja sama dengan perusahaan penyewaan kendaraan Car Inc, yang mencakup potensi pengadaan hingga 100.000 kendaraan.

Dalam kerja sama tersebut, jaringan flash charging BYD juga akan dipasang di sejumlah lokasi operasional Car Inc untuk mendukung kebutuhan armada kendaraan listrik mereka.

Langkah demi langkah yang dilakukan BYD menunjukkan arah yang jelas: membangun rantai nilai kendaraan listrik yang terintegrasi, mulai dari produksi kendaraan, baterai, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan energi.

Persaingan EV Masuk Babak Baru

Ketika industri kendaraan listrik global berlomba meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi baterai, BYD memilih memperkuat aspek yang selama ini menjadi perhatian konsumen, yakni kemudahan pengisian daya.

Kolaborasi dengan Sinopec memberikan keunggulan strategis yang sulit ditandingi kompetitor karena memanfaatkan jaringan energi terbesar di China. Dengan kombinasi teknologi pengisian ultra-cepat dan infrastruktur nasional yang masif, BYD berupaya menjadikan kendaraan listrik semakin mudah digunakan untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.

Jika target 20.000 stasiun berhasil direalisasikan, China berpotensi memiliki salah satu jaringan pengisian daya tercepat dan terluas di dunia, sekaligus memperkuat posisi BYD sebagai pemimpin industri kendaraan listrik global.

Editor : Mahendra Aditya
#kendaraan listrik China #Sinopec #flash charging BYD #stasiun pengisian kendaraan listrik #byd