Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Lebih dari 90% Pembeli Onvo L80 Pilih Sewa Baterai, Strategi Nio Dinilai Sukses

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 26 Mei 2026 | 11:12 WIB
Onvo L80
Onvo L80

RADAR KUDUS - Sub-brand Nio, Onvo, mencatat respons positif terhadap SUV listrik terbarunya, Onvo L80. Menariknya, lebih dari 90 persen pembeli awal mobil ini memilih menggunakan skema Battery as a Service (BaaS) atau sistem sewa baterai ketimbang membeli baterai secara penuh.

Data tersebut diumumkan langsung oleh perusahaan sebagai bagian dari profil konsumen pertama Onvo L80 sejak resmi meluncur pada 15 Mei 2026. Tingginya angka penggunaan BaaS menunjukkan bahwa konsumen kendaraan listrik kini semakin tertarik dengan harga awal mobil yang lebih terjangkau.

Melalui model BaaS, pembeli dapat membeli kendaraan tanpa harus memiliki paket baterai secara permanen. Sebagai gantinya, pengguna cukup membayar biaya sewa baterai bulanan sesuai kapasitas yang dipilih.

Baca Juga: Xiaomi YU7 GT Pecahkan Rekor Nürburgring, SUV Listrik 989 HP Ini Tembus 300 Km/Jam

Onvo L80 sendiri hadir dalam tiga varian, yakni Pro, Max+, dan Ultra+. Jika membeli lengkap dengan baterai, harga varian Pro dibanderol mulai 242.800 yuan atau sekitar Rp550 jutaan. Sementara varian Max+ dijual 259.800 yuan dan Ultra+ mencapai 279.800 yuan.

Namun lewat skema BaaS, harga mobil turun cukup drastis. Varian Pro misalnya hanya dibanderol mulai 156.800 yuan, sedangkan Max+ menjadi 173.800 yuan dan Ultra+ turun menjadi 193.800 yuan.

Saat ini program BaaS untuk Onvo L80 hanya tersedia dengan baterai 85 kWh yang dikenakan biaya sewa bulanan sebesar 899 yuan. Strategi ini dinilai menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar di awal pembelian.

Baca Juga: Fangchengbao Ti 7 Jadi Mobil EV ke-10.000 BYD di Kamboja

Dari seluruh varian yang tersedia, model Max+ menjadi pilihan favorit konsumen dengan persentase mencapai 62 persen. Varian ini sudah dibekali sensor LiDAR dan chip smart driving Shenji NX9031 buatan internal Nio untuk mendukung fitur bantuan berkendara canggih.

Sementara itu, varian tertinggi Ultra+ juga memakai chip Shenji NX9031 dan dilengkapi sistem penggerak empat roda atau AWD. Mobil ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam 4,5 detik.

Untuk varian Pro, Onvo masih menggunakan chip Nvidia Orin sebagai otak sistem smart driving-nya.

Onvo juga mengungkap preferensi konsumen terkait tampilan kendaraan. Sebanyak 58 persen pembeli memilih warna eksterior hitam, sementara lebih dari 70 persen pengguna menyukai konfigurasi interior berwarna cokelat.

Onvo L80 diposisikan sebagai SUV listrik lima penumpang untuk keluarga dengan target pasar massal. Kehadirannya menjadi bagian penting dari strategi ekspansi Nio dalam memperluas jajaran kendaraan listrik melalui brand Onvo.

Bagi Nio, skema BaaS kini menjadi salah satu fondasi bisnis utama perusahaan. Selain membuat harga mobil lebih kompetitif, model ini juga menciptakan pemasukan berulang dari biaya sewa baterai setiap bulan.

Strategi tersebut dinilai efektif untuk meningkatkan penetrasi kendaraan listrik di pasar yang semakin kompetitif, khususnya di China yang kini menjadi pusat pertumbuhan industri EV dunia.

Editor : Mahendra Aditya
#mobil listrik China #Onvo L80 #Nio BaaS #SUV listrik Nio #harga Onvo L80