Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Fangchengbao Ti 7 Jadi Mobil EV ke-10.000 BYD di Kamboja

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 26 Mei 2026 | 10:51 WIB
BYD Fangchengbao Ti 7
BYD Fangchengbao Ti 7

RADAR KUDUS - Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, terus memperkuat dominasinya di pasar Asia Tenggara. Terbaru, perusahaan tersebut resmi mengumumkan keberhasilan pengiriman kendaraan energi baru (NEV) ke-10.000 di Kamboja, menandai pertumbuhan pesat mereka sejak masuk ke negara tersebut enam tahun lalu.

Unit ke-10.000 yang dikirim merupakan Fangchengbao Ti 7, SUV premium terbaru BYD yang kini mulai dipasarkan secara agresif di pasar internasional. Kehadiran model ini sekaligus menunjukkan ambisi BYD untuk memperluas segmen kendaraan listrik premium di kawasan Asia Tenggara.

BYD pertama kali memasuki pasar Kamboja pada 2020 melalui kerja sama dengan mitra lokal Hramony Auto. Saat itu, perusahaan membuka dealer 4S pertama dan mulai memperkenalkan kendaraan listrik kepada masyarakat Kamboja.

Perkembangan BYD mulai melonjak signifikan sejak 2022 setelah peluncuran BYD ATTO 3 atau yang dikenal sebagai Yuan Plus di China. Model SUV listrik tersebut sukses menarik perhatian konsumen dan menjadi salah satu kendaraan listrik paling populer di Kamboja.

Hingga kini, BYD telah menghadirkan lebih dari 10 model kendaraan di negara tersebut. Deretan produknya mencakup city car kompak, MPV, hingga kendaraan listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV).

Beberapa model yang menjadi tulang punggung penjualan BYD di Kamboja antara lain Seagull, ATTO 3, Sealion 5, dan Sealion 6. Sementara lini premium seperti Han, Tang, M9, hingga Ti 7 membantu BYD menembus pasar kendaraan kelas atas.

Fangchengbao Ti 7 sendiri menjadi salah satu model terbaru yang cukup mencuri perhatian. Di pasar China, mobil ini baru meluncur pada akhir April 2026 dengan harga mulai 199.800 yuan atau sekitar Rp 450 jutaan.

SUV listrik tersebut dibekali teknologi Blade Battery generasi kedua milik BYD dan fitur flash charging terbaru. BYD mengklaim kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 755 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Tak hanya itu, teknologi pengisian cepatnya disebut mampu mengisi baterai dari 10 persen hingga 97 persen hanya dalam waktu sekitar sembilan menit. Teknologi ini menjadi salah satu senjata utama BYD dalam bersaing di pasar EV global.

Selain memperluas penjualan, BYD juga mulai serius membangun basis produksi di Kamboja. Pada April tahun lalu, perusahaan memulai pembangunan pabrik kendaraan listrik penumpang di Provinsi Sihanoukville.

Fasilitas tersebut diklaim akan menjadi pabrik mobil listrik penumpang pertama di Kamboja. Pada tahap awal, pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 10.000 unit per tahun dengan sistem Completely Knocked Down (CKD).

Langkah ekspansi ini menunjukkan strategi BYD untuk memperkuat rantai produksi lokal sekaligus mempercepat penetrasi kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Penjualan BYD di Kamboja juga terus menunjukkan tren positif. Pada kuartal keempat 2025, BYD disebut berhasil menjadi merek otomotif nomor satu di Kamboja dengan penjualan lebih dari 700 unit per bulan selama tiga bulan berturut-turut.

Pencapaian tersebut semakin mempertegas posisi BYD sebagai salah satu pemain kendaraan listrik paling agresif dan berkembang cepat di pasar global.

Editor : Mahendra Aditya
#BYD Kamboja #Fangchengbao Ti 7 #BYD Asia Tenggara #kendaraan listrik China #mobil listrik BYD