Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Musim Hujan! Ini 5 Cara Hindari 'Aquaplaning' di Jalan Tol

Zakarias Fariury • Rabu, 10 Desember 2025 | 22:56 WIB
Ilustrasi Aquaplaning
Ilustrasi Aquaplaning

RADAR KUDUS -  Intensitas hujan deras kerap dianggap sepele oleh sebagian pengemudi saat melintas di jalan tol. Padahal, kondisi basah jalan raya menyimpan risiko kecelakaan serius, salah satunya adalah aquaplaning.

Fenomena ini terjadi ketika ban mobil kehilangan traksi akibat "mengapung" di atas lapisan air, bukan lagi menempel pada permukaan aspal.

Situasi aquaplaning secara mendadak membuat pengemudi kehilangan kendali, ditandai dengan setir yang terasa kosong (ringan), dan respons pengereman yang tidak maksimal.

Baca Juga: SIMAK! 5 Perawatan Motor Matic Simpel yang Harus Kamu Lakukan

Dalam kecepatan tinggi, hilangnya kendali ini berpotensi fatal dan sering kali menjadi pemicu utama kecelakaan di jalan tol saat musim hujan, bukan disebabkan rem blong atau pecah ban.

Penting bagi setiap pengendara, terutama yang sering melakukan perjalanan jarak jauh, untuk memahami cara mengantisipasi dan menangani aquaplaning. Berikut adalah lima langkah mitigasi yang wajib diterapkan:

1. Kontrol Kecepatan dan Stabilitas

Kecepatan adalah faktor paling krusial di jalan basah. Semakin tinggi laju kendaraan, semakin besar potensi ban untuk tidak mampu memecah lapisan air di depannya, yang berujung pada aquaplaning.

2. Jaminan Kondisi Ban yang Prima

Ban adalah satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan; kondisinya mutlak harus optimal.

3. Jauhi Genangan Air Secara Selektif

Ketika melihat genangan air di depan, pengemudi disarankan untuk sebisa mungkin menghindarinya.

4. Tangan Dingin Saat Sensasi "Melayang" Terjadi

Saat aquaplaning dimulai, pengemudi akan merasakan setir menjadi ringan dan mobil terasa seperti melayang. Reaksi panik, seperti membanting setir atau menginjak rem keras, seringkali memperburuk keadaan.

5. Jaga Jarak Aman Lebih Jauh

Saat hujan, jarak pengereman yang dibutuhkan kendaraan akan bertambah panjang. Ditambah dengan risiko aquaplaning, pengemudi wajib memberikan ruang reaksi yang jauh lebih besar.

Mengutamakan keselamatan bukan berarti memperlambat arus lalu lintas, melainkan mengadopsi gaya berkendara antisipatif untuk mencegah insiden fatal di jalan raya. (*)

Editor : Ali Mustofa
#mobil #jalan tol #berkendara aman #bengkel mobil #aquaplaning #berkendara