SEMARANG – Bila bikers memperhatikan, lokasi bundaran selalu terletak di titik pertemuan beberapa jalan atau biasa disebut dengan persimpangan.
Persimpangan memiliki peran yang sangat krusial dalam sistem transportasi. Karena tujuannya menghubungkan jaringan jalan, membagi arus lalu lintas, dan member akses ke berbagai tujuan.
Persimpangan yang dilengkapi bundaran, merupakan jenis persimpangan yang dirancang untuk mengatur lalu lintas dengan cara memutar kendaraan secara melingkar. Tujuannya untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas dan mengurangi potensi terjadinya kecelakaan.
Keunggulan persimpangan menggunakan bundaran antara lain:
1. Mengurangi titik-titik konflik dan memaksa kendaraan melaju dengan kecepatan rendah.
2. Meningkatkan kapasitas jalan dibandingkan persimpangan bersinyal.
3. Mengurangi emisi gas buang, karena kendaraan tidak perlu berhenti dan melaju dengan kecepatan rendah.
4. Meningkatkan estetika atau keindahan lingkungan sekitar
Bundaran merupakan salahsatu upaya rekayasa keselamatan berlalu lintas. Banyak pengendara yang belum memahami konsep prioritas kendaraan. Tidak semua pengendara mengetahui cara yang benar untuk memasuki dan keluar dari bundaran, terburu – buru, tidak sabar, dan perilaku agresif.
Berikut yang sebaiknya dilakukan dalam berlalu lintas ketika bikers menghadapi bundaran:
1. Kendaraan yang sudah berada di dalam bundaran memiliki prioritas. Berikan ruang yang cukup bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan.
2. Sebelum memasuki bundaran, berikan sinyal yang jelas mengenai arah tujuan, ini akan membantu pengendara lain memahami niat Anda
3. Jaga kecepatan kendaraan tetap rendah saat memasuki dan berada di dalam bundaran. Kecepatan rendah akan memberikan waktu yang cukup untuk bereaksi jika terjadi situasi darurat.
4. Pilih lajur yang sesuai dengan tujuan sebelum memasuki bundaran. Pastikan Anda sudah berada di lajur yang benar sebelum keluar dari bundaran.
5. Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda supaya ada waktu untuk bereaksi jika terjadi pengereman mendadak.
“Mengutamakan keselamatan tidak hanya memiliki kemampuan berkendara yang cakap, mematuhi aturan berlalu lintas, beretika, disiplin dan menggunakan perlengkapan serta kendaraan yang aman, namun perlu juga mengetahui fungsi dan tujuan perangkat atau alat bantu pengendali lalu lintas kemudian memanfaatkannya,” pesan Oke Desiyanto Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah. (*)
Editor : Abdul Rokhim