RADAR KUDUS - Laga penutup Hydro Plus Super League All Stars 2025/2026 mempertemukan tim putri Surakarta melawan Tangerang Selatan (Tangsel). Surakarta berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 4-0 berkat penampilan impresif para pemainnya.
Meski hasil tersebut tidak mengubah nasib kedua tim di turnamen, pertandingan tetap berlangsung kompetitif karena menjadi kesempatan bagi para pemain muda menunjukkan kualitas di hadapan tim pemantau bakat.
Empat gol Surakarta seluruhnya tercipta pada babak kedua. Ika Wonda membuka keunggulan pada menit ke-26 sebelum Madina Jawahira Putri menggandakan skor pada menit ke-34.
Keunggulan semakin lebar setelah Asyifa Sholawa Farizqi mencetak gol di menit ke-38. Ika Wonda kemudian menutup pesta gol Surakarta melalui gol keduanya pada menit ke-43.
Pelatih Surakarta, Syachban, mengatakan sejak awal timnya memang menginstruksikan para pemain untuk tampil lepas. Dengan peluang lolos yang sudah tertutup, fokus utama tim adalah memberi kesempatan kepada seluruh pemain agar dapat menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan talent scout.
"Yang kami tekankan kepada pemain adalah bermain tanpa beban. Selain itu, ajang ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperlihatkan kualitas masing-masing," ujarnya.
Ia menilai kompetisi nasional seperti Hydro Plus Super League memiliki dampak besar terhadap perkembangan pemain muda, khususnya dari sisi pengalaman bertanding dan mental menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah.
Menurutnya, seluruh pemain Surakarta merupakan hasil pembinaan daerah tanpa mengambil pemain dari luar. Kehadiran kompetisi nasional menjadi motivasi tersendiri agar pembinaan sepak bola putri di Surakarta semakin berkembang.
Sementara itu, pelatih Tangsel, Edward, tetap memberikan apresiasi kepada para pemain meski gagal meraih hasil positif. Ia mengakui kondisi fisik beberapa pemain sudah terkuras setelah menjalani rangkaian pertandingan yang padat.
"Kami tetap mengapresiasi perjuangan seluruh pemain. Mereka sudah memberikan kemampuan terbaik di lapangan," katanya.
Edward mengungkapkan persiapan menuju kompetisi nasional sebenarnya telah dilakukan melalui latihan rutin pagi dan sore. Namun, menurutnya pengalaman bertanding di level nasional menjadi pelajaran penting, terutama dalam membangun mental dan kepercayaan diri para pemain muda.
Ia juga menilai Hydro Plus Super League menjadi wadah yang sangat baik karena menghadirkan talent scouting yang membuka peluang pemain untuk menembus level yang lebih tinggi, termasuk memperkuat tim nasional maupun berkarier di kompetisi sepak bola putri Indonesia.
Pemain Tangsel, Aisha Kalyana Nugroho, mengaku atmosfer pertandingan memberikan pengalaman berharga. Meski timnya belum berhasil melaju ke babak berikutnya, ia tetap termotivasi untuk terus berkembang.
"Saya ingin terus bermain dengan senang dan berlatih lebih keras supaya mendapatkan kesempatan yang lebih baik ke depannya," tuturnya.
Di kubu Surakarta, pencetak gol Asyifa Sholawa Farizqi mengaku dukungan pelatih, rekan setim, dan keluarga menjadi penyemangat utama selama turnamen berlangsung. Ia juga berharap penampilannya dapat menarik perhatian tim pencari bakat.
Asyifa, yang berasal dari Kudus, mengakui tantangan bermain di Hydro Plus Super League jauh lebih berat dibanding kompetisi sebelumnya. Perbedaan format permainan dan kualitas lawan membuat dirinya harus bekerja lebih keras.
Ia berharap mampu kembali lolos dalam proses talent scouting seperti yang pernah diraihnya di ajang lain. Menurutnya, aspek yang masih perlu ditingkatkan adalah kemampuan teknik, keberanian mengambil keputusan saat menyerang, mental bertanding, serta visi bermain.
Pertandingan ini menjadi penutup perjalanan kedua tim di Hydro Plus Super League All Stars. Meski langkah mereka terhenti, ajang tersebut tetap memberikan pengalaman berharga sekaligus menjadi panggung bagi lahirnya talenta-talenta muda sepak bola putri Indonesia.
Editor : uinbroadcasting