Kudus – Aktivitas lari kini mengalami transformasi signifikan dan berkembang menjadi gaya hidup baru, khususnya di kalangan generasi Z.
Meningkatnya jumlah komunitas serta event lari menjadi indikator kuat bahwa olahraga ini tidak lagi sekadar aktivitas fisik, melainkan bagian dari tren sosial yang digemari anak muda.
Motivasi berlari saat ini tidak hanya didorong oleh faktor kesehatan fisik, tetapi juga berkaitan dengan gaya hidup modern. Industri fashion olahraga turut meramaikan tren ini dengan menghadirkan berbagai produk baru, seperti sneakers yang semakin diminati.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport edisi ke-12, tercatat sekitar 75 persen generasi Z atau sekitar 242 ribu pengguna aktif berlari pada bulan Mei.
Peran media sosial juga berkontribusi besar dalam mendorong tren ini, di mana banyak masyarakat membagikan aktivitas lari mereka melalui platform seperti Strava.
Selain itu, generasi Z dan milenial memilih olahraga lari karena dinilai efektif untuk meningkatkan stamina, menjaga kesehatan mental, serta membantu menurunkan berat badan. Aktivitas ini juga dinilai fleksibel karena dapat dilakukan oleh berbagai kalangan.
Generasi Z kini cenderung lebih menyukai aktivitas fisik dibandingkan hanya menghabiskan waktu dengan scrolling media sosial.
Tren lari pun telah berkembang pesat di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.
Fenomena tersebut kini turut mempengaruhi masyarakat di Kota Kudus.
Semakin banyak warga yang mulai mengikuti tren lari sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan aktif. (Akbar Anayaka).
Editor : Mahendra Aditya