JEPARA — Persijap Jepara membawa pulang satu poin, usai bertandang menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-25 Liga 1.
Laga yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, itu berakhir imbang 2-2.
Sebagai tim tamu, Persijap langsung tampil menekan sejak menit awal pertandingan.
Hasilnya, Laskar Kalinyamat berhasil membuka keunggulan cepat. Pada menit ke-3 melalui gol yang dicetak Borja Martinez.
Gol tersebut tercipta lewat tendangan volley yang spektakuler. Tanpa kontrol terlebih dahulu. Membuat bola tidak mampu dijangkau penjaga gawang PSIM, Cahya Supriadi.
Namun keunggulan Persijap tidak bertahan lama. PSIM berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-16, melalui gol yang dicetak E. Vidal.
Tim tuan rumah kemudian berbalik unggul menjelang akhir babak pertama.
Bermula dari serangan ke kotak penalti Persijap, Abiyoso melepaskan tembakan keras yang masih mampu ditepis kiper Persijap M Ardiansyah.
Bola liar kemudian coba disambar Deri Corfe, namun tidak terkontrol. Situasi tersebut dimanfaatkan Ze Valente yang melakukan sentuhan backheel dan mengolongi Ardiansyah sehingga membawa PSIM unggul 2-1.
Tambahan waktu empat menit di babak pertama, tidak mampu dimanfaatkan Persijap untuk mencetak gol penyeimbang. Sehingga skor tetap bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Persijap berusaha meningkatkan intensitas serangan. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-64, ketika Iker berhasil mencetak gol penyeimbang.
Sebelumnya, Persijap sebenarnya sempat kembali mencetak gol melalui Borja Martinez. Namun gol tersebut dianulir wasit, karena Carlos Franca dinilai berada dalam posisi offside dan menghalangi pandangan kiper.
Pertandingan kemudian berlangsung semakin panas. Kedua tim saling melancarkan serangan, sementara kiper Persijap M Ardiansyah beberapa kali melakukan penyelamatan penting, untuk menjaga gawangnya dari kebobolan.
Memasuki menit ke-80 ke atas, para pemain dari kedua tim mulai terlihat kelelahan. Meski demikian, Persijap tetap mencoba membangun serangan melalui transisi cepat dan skema counter attack.
Pada menit ke-88, pelatih Persijap menarik keluar Iker dan memasukkan Sudi untuk menambah tenaga di lini depan.
Wasit memberikan tambahan waktu 10 menit di akhir babak kedua. Pada masa-masa tersebut, lini pertahanan Persijap terus digempur serangan PSIM.
Beberapa kali Ze Valente dan Vidal mencoba menembus pertahanan Persijap melalui serangan cepat. Namun upaya tersebut mampu diredam barisan belakang Laskar Kalinyamat.
Persijap yang berada dalam tekanan memilih memainkan bola-bola panjang untuk keluar dari tekanan. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan tercipta dan skor 2-2 tetap bertahan.
Hasil imbang ini membuat Persijap naik ke peringkat ke-14 klasemen, dengan koleksi 21 poin.
Persijap unggul satu poin dari Madura United dan Semen Padang yang sama-sama mengoleksi 20 poin, serta terpaut tiga poin dari PSM Makassar yang berada di peringkat ke-13 dengan 24 poin.
Pelatih Kepala Persijap Jepara Mario Lemos menyampaikan, timnya bermain bagus. Bekerja keras, spartan.
“Kami tertinggal di babak pertama, tapi berusaha mengejar di babak kedua. Saya pikir ini pertandingan yang bagus. Di awal kami bisa menguasai pertandingan dan mencetak gol, tetapi setelah itu kehilangan kontrol,” ungkapnya pada Rabu (11/3) malam usai laga.
Ia menambahkan, beberapa pergantian pemain dilakukan seperti Dicky ataupun Umanailo. Untuk mengatasi tekanan dari lini tengah PSIM, yang diperkuat Ze Valente dan Rakhmatzoda.
“Pertandingan berjalan sulit, tapi para pemain bekerja keras. Satu poin patut kita syukuri,” katanya.
Sementara itu, pemain Persijap Buyung Ismu mengaku bersyukur, timnya bisa membawa pulang satu poin dari kandang PSIM.
“Saya sebagai pemain bersyukur bisa mendapatkan poin di sini. Ini kerja tim. Apa yang diinstruksikan pelatih bisa kami jalankan dengan baik,” ujarnya.
Ia menilai PSIM merupakan lawan yang tidak mudah dihadapi. Namun berkat kerja keras dan fokus tim, Persijap mampu mengamankan satu poin yang penting untuk perjalanan kompetisi ke depan.
“Semoga di pertandingan berikutnya kami bisa tampil lebih baik lagi,” pungkasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya