Padang, Sumatera Barat — Laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 antara Semen Padang FC dan PSIM Yogyakarta di Stadion Haji Agus Salim pada Rabu (4 Maret 2026) berakhir tanpa gol, meski tim tamu harus menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Pertandingan pekan ke-24 ini berlangsung sengit sejak peluit pertama dibunyikan.
Kedua tim sama-sama mencoba menciptakan peluang, namun tak satu pun yang mampu membobol gawang lawan hingga akhir pertandingan.
Meski tuan rumah memiliki penguasaan bola lebih tinggi, pertahanan rapat PSIM sukses mematikan serangan tuan rumah sepanjang laga.
Momen Kartu Merah yang Jadi Titik Balik Laga
PSIM Yogyakarta harus bermain dengan 10 orang sejak babak pertama, setelah pemain mereka, Fahreza Sudin, diganjar kartu merah karena melakukan pelanggaran keras di area pertahanan.
Insiden itu terjadi menjelang akhir babak pertama dan memaksa pelatih Jean-Paul van Gastel melakukan penyesuaian taktik untuk menjaga agar gawang tetap steril dari gol.
Kartu merah ini menjadi momen penting karena memberi keuntungan numerik bagi Semen Padang.
Namun, meskipun penguasaan bola meningkat, efektivitas lini depan Semen Padang tetap terbendung oleh barisan belakang PSIM yang disiplin serta kiper PSIM yang tampil tangguh sepanjang pertandingan.
Statistik Laga yang Menunjukkan Dominasi Semen Padang
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 0–0 tidak berubah.
Lini serang Semen Padang tampak dominan dalam waktu penguasaan bola dan upaya menyerang, namun minimnya penyelesaian akhir serta blok defensif kuat PSIM membuat peluang-peluang itu tidak menghasilkan gol.
Sementara itu, PSIM yang menutup laga dengan sepuluh pemain justru tampil disiplin dalam mempertahankan area pertahanan mereka.
Para bek PSIM dan kiper melakukan sejumlah penyelamatan penting yang membuat Semen Padang frustrasi sepanjang 90 menit.
Dampak Hasil Imbang Bagi Kedua Tim
Hasil tanpa gol ini membuat Semen Padang masih berjuang di zona bawah klasemen sementara BRI Super League 2025/2026, sementara PSIM mempertahankan momentum positif dalam perburuan posisi di papan atas liga, meski harus menghadapi kesulitan besar di fase pertahanan.
Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, diprediksi akan memuji mental bertahan timnya setelah laga, karena meskipun kehilangan satu pemain lebih awal, para pemain bertahan tetap fokus dan kompak menolak semua serangan Kabau Sirah sepanjang pertandingan.
Pertandingan krusial ini berakhir imbang 0–0 antara Semen Padang FC dan PSIM Yogyakarta.
PSIM, yang sempat tertinggal jumlah pemain akibat kartu merah, menunjukkan pertahanan tangguh dan disiplin tinggi untuk menahan tekanan tuan rumah, meski Semen Padang mendominasi penguasaan bola.
Editor : Mahendra Aditya