SURABAYA - Pertandingan panas antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 menyajikan drama tinggi di babak pertama.
Persebaya sempat memimpin lebih dulu lewat eksekusi penalti Bruno Moreira pada menit ke-43.
Hadiah penalti diberikan setelah tekanan intens Bajul Ijo memaksa lini belakang Persib melakukan pelanggaran di area terlarang.
Bruno yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan tenang dan mengubah skor menjadi 1–0.
Namun keunggulan itu tidak bertahan hingga turun minum.
Saat laga memasuki masa tambahan waktu, tepatnya menit 45+5, Uiliam Barros sukses mencetak gol penyama kedudukan.
Memanfaatkan kelengahan lini belakang tuan rumah, ia menyambar peluang di kotak penalti dan membuat skor berubah menjadi 1–1 jelang jeda.
Babak pertama pun ditutup dengan kedudukan imbang — sebuah momentum psikologis yang sangat berbeda dibanding beberapa menit sebelumnya.
Persebaya Sempat Mengendalikan Laga
Tim asuhan Bernardo Tavares tampil agresif sejak menit awal. Dukungan penuh suporter di Gelora Bung Tomo membuat intensitas permainan meningkat.
Tekanan tinggi dan transisi cepat menjadi kunci hingga akhirnya berbuah penalti.
Gol Bruno di menit 43 sempat membuat atmosfer stadion bergemuruh.
Secara mental, Persebaya berada di atas angin dan terlihat percaya diri untuk mengamankan keunggulan hingga turun minum.
Namun gol balasan di detik-detik akhir babak pertama jelas menjadi pukulan telak.
Situasi yang semula menguntungkan kini berubah menjadi pertandingan terbuka.
Persib Tunjukkan Mental Juara
Di sisi lain, skuad asuhan Bojan Hodak memperlihatkan ketenangan. Meski tertinggal lebih dulu, Maung Bandung tidak panik.
Mereka tetap mencoba membangun serangan dengan sabar dan memanfaatkan bola mati serta pergerakan cepat di sisi sayap.
Masuknya pemain kreatif seperti Thom Haye dalam skema permainan memberi keseimbangan distribusi bola.
Gol Uiliam di injury time menjadi bukti bahwa Persib memiliki daya juang hingga detik akhir.
Bisakah Persib Melakukan Remontada?
Dengan skor 1–1 saat jeda, skenario remontada kini bukan lagi soal mengejar ketertinggalan, melainkan membalikkan momentum menjadi kemenangan.
Beberapa faktor kunci:
1. Efektivitas Serangan Balik
Persib terlihat lebih berbahaya saat melakukan transisi cepat.
Jika mampu memanfaatkan celah pertahanan Persebaya yang kerap naik terlalu tinggi, peluang mencetak gol tambahan terbuka lebar.
2. Stabilitas Emosi
Gol balasan di menit 45+5 memberi suntikan moral besar bagi Persib.
Sebaliknya, Persebaya harus mengatasi tekanan mental karena gagal mempertahankan keunggulan.
3. Rekam Jejak dan Konsistensi
Sebagai tim papan atas musim ini, Persib memiliki konsistensi permainan yang relatif stabil.
Dalam beberapa laga sebelumnya, mereka mampu membalikkan keadaan ketika tertinggal lebih dulu.
Namun Persebaya juga bukan tanpa peluang. Bermain di kandang sendiri tetap menjadi keuntungan signifikan.
Jika mereka mampu mengembalikan fokus dan meningkatkan akurasi penyelesaian akhir, kemenangan tetap dalam jangkauan.
Live score terbaru menunjukkan Persebaya 1–1 Persib di akhir babak pertama.
Penalti Bruno Moreira sempat membawa tuan rumah unggul, tetapi gol dramatis Uiliam Barros di menit 45+5 mengubah arah pertandingan.
Babak kedua dipastikan berlangsung lebih terbuka dan penuh tensi.
Apakah Persib bisa menyempurnakan momentum ini menjadi kemenangan alias remontada? Atau justru Persebaya kembali mengambil alih kendali di depan publik sendiri?
Semua akan ditentukan dalam 45 menit terakhir yang berpotensi menjadi salah satu babak paling menentukan musim ini.
Editor : Mahendra Aditya