BALI — Persijap Jepara sukses membawa pulang satu poin. Usai imbang atas Bali United FC dengan skor 0-0, saat bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Laga pekan ke-23 pada Sabtu (28/2) malam tersebut menjadi titik balik. Hasil ini membuat Laskar Kalinyamat keluar dari zona degradasi.
Naik ke peringkat 15 klasemen sementara, menggeser PSBS Biak.
Baca Juga: Update Klasemen Liga 1: Tahan Imbang Bali United, Persijap Jepara Keluar Zona Degradasi
Selisih hanya 1 poin atas Madura United di peringkat ke-14, dengan total poin 20.
Serta selisih 4 poin dari PSM Makassar di peringkat ke-13, yang telah mengoleksi 23 poin.
Hasil tersebut terasa semakin berarti jika melihat pertemuan sebelumnya.
Di mana Persijap harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor 1-2, pada pekan ke-7 lalu.
Saat menjamu Serdadu Tridatu pada Minggu (19/10/2025) di Stadion GBK Jepara.
Namun kini, Persijap mampu membawa poin di kandang lawan.
Menjadi modal berharga dalam persaingan peringkat bawah, menuju papan tengah yang semakin ketat.
Baca Juga: Seri 0-0 atas Bali United, Persijap Jepara Keluar dari Zona Merah Naik ke Peringkat 15
Pelatih Persijap Jepara Mario Lemos, menilai satu poin di markas Bali menjadi capaian penting.
“Bermain di luar kandang tidak gampang. Ini tentu poin penting bagi kami. Saya pikir mendapatkan (satu) poin di Bali bukan hal yang buruk,” ungkapnya saat konferensi pers usai laga
Menurut Lemos, timnya tampil baik terutama di babak pertama.
Persijap mampu menekan dan menguasai bola, serta beberapa kali masuk hingga zona tengah. Hingga ke lini belakang pertahanan lawan.
“Kami tampil baik. Ada beberapa momen, tapi belum bisa membuahkan gol,” jelasnya.
Ia juga mengakui karakter permainan Bali United yang cenderung bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.
Baca Juga: Full Time Bali United vs Persijap Jepara 0-0: Laskar Kalinyamat Curi Poin, Naik ke Posisi 15
“Bali tipe defend (bertahan) dan counter attack (serangan balik) yang sangat berbahaya. Di babak kedua mereka bermain lebih baik dan lebih seimbang,” tambahnya.
Meski demikian, Lemos tetap bersyukur atas hasil akhir pertandingan.
Ia menegaskan bahwa meraih poin tandang selalu menjadi target realistis, terlebih menghadapi tim sekelas Bali United.
“Kami tahu, main away mendapatkan poin itu sulit. Jadi kita harus syukuri kalau dapat poin, apalagi melawan Bali United,” ucapnya.
Persijap pun tak punya banyak waktu untuk beristirahat.
Jadwal padat sudah menanti. Dengan laga berikutnya melawan Persis Solo pada Kamis (5/3).
“Kami masih punya waktu untuk persiapan. Setelah kembali, kami akan bersiap untuk laga berikutnya. Bermain di kandang nanti dengan full support, kami harus tampil lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kiper Persijap Sendri Johansyah menyebut pertandingan berjalan sengit sejak awal.
“Pertandingan sangat seru. Bali menciptakan banyak peluang, kami pun juga. Skor 0-0 ini penting untuk terus memperbaiki klasemen agar menjauh dari zona degradasi,” sambungnya.
Tambahan satu poin ini menjadi suntikan moral bagi Persijap. Dalam upaya bertahan di kasta tertinggi.
Dengan tren yang mulai stabil dan dukungan penuh saat kembali bermain di kandang, Laskar Kalinyamat kini menatap laga selanjutnya dengan penuh harapan.
"Kami terus memperbaiki (peringkat klasemen)," tandasnya.(fik)
Editor : Mahendra Aditya