Bali — Persijap Jepara berhasil mengamankan satu poin penting, usai bermain imbang 0-0 melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, pada Sabtu (28/2).
Hasil tersebut membawa Persijap naik dari peringkat 16 ke posisi 15 klasemen sementara, sekaligus menggeser PSBS Biak dan keluar dari zona merah.
Sejak awal laga, kedua tim tampil disiplin dan berhati-hati.
Bali United mencoba mengontrol tempo melalui penguasaan bola.
Sementara Persijap lebih banyak mengandalkan transisi cepat dan serangan balik.
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, tensi meningkat tajam. Pada menit ke-90, peluang emas didapat Charlos Franca.
Dalam posisi terbuka di dalam kotak penalti, alih-alih menembak langsung, Franca memilih mengoper bola.
Namun sepakan Alexis Gomez masih cukup lemah. Peluang tersebut gagal berbuah gol setelah tendangan mendatarnya berhasil diantisipasi.
Wasit asal Jepang, Yudai Yamamato, memberikan tambahan waktu hingga delapan menit di penghujung laga.
Dalam masa injury time itu, pertandingan berlangsung panas.
Persijap terus berupaya membongkar pertahanan Bali United yang tampil rapat dan terorganisir.
Di sisi lain, Bali United juga beberapa kali melancarkan serangan cepat memanfaatkan celah di lini belakang tuan rumah.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol yang tercipta dari kedua belah pihak.
Hasil imbang ini menjadi tambahan poin berharga bagi tim asuhan Mario Lemos.
Secara mental, keluar dari zona degradasi memberikan suntikan motivasi bagi skuad Persijap menjelang laga berikutnya.
Secara taktik, Persijap menunjukkan peningkatan dalam organisasi pertahanan. Lini belakang tampil lebih disiplin dalam menjaga jarak antarpemain dan menutup ruang tembak.
Clean sheet ini menjadi indikator positif, terutama setelah dalam beberapa laga sebelumnya Persijap kerap kebobolan dari situasi transisi.
Namun di sisi ofensif, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah.
Keputusan Charlos Franca yang memilih mengoper ketimbang menembak mencerminkan kurangnya ketegasan di momen krusial.
Situasi tersebut menunjukkan perlunya ketajaman serta kepercayaan diri lebih tinggi di lini depan.
Bali United sendiri memperlihatkan kedalaman skuad dan kontrol permainan yang cukup baik, tetapi juga kesulitan menembus blok pertahanan Persijap.
Kedua tim pada akhirnya sama-sama kehilangan sentuhan akhir di sepertiga akhir lapangan.
Dengan momentum keluar dari zona merah, konsistensi menjadi kunci bagi Persijap.
Apabila mampu menjaga soliditas pertahanan sekaligus meningkatkan efektivitas serangan, peluang bertahan di kasta tertinggi akan semakin terbuka.
Pada pekan ke-24, Persijap Jepara dijadwalkan menjamu Persis Solo di Stadion GBK Jepara pada Kamis (5/3) pukul 20.30 WIB.
Laga tersebut diprediksi kembali krusial dalam upaya menjauh dari papan bawah.
Editor : Mahendra Aditya