Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Red Sparks Akhiri 11 Kekalahan Beruntun, Menang atas Pink Spiders di Daejeon

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 23 Februari 2026 | 08:45 WIB

Red Sparks Bangkit, Pink Spiders Tersandung di Daejeon
Red Sparks Bangkit, Pink Spiders Tersandung di Daejeon

RADAR KUDUS - Kemenangan akhirnya datang juga bagi Daejeon JungKwanJang Red Sparks.

Setelah melewati periode gelap yang panjang, tim asal Daejeon itu memutus rantai 11 kekalahan beruntun dengan menumbangkan Incheon Heungkuk Life Insurance Pink Spiders pada putaran keenam Liga Voli Korea musim 2025–2026.

Bermain di Chungmu Gymnasium, Minggu (22/2/2026), Red Sparks menang 3-1 (25-16, 23-25, 25-23, 25-21).

Hasil ini memang belum mengangkat mereka dari dasar klasemen, tetapi dampaknya jauh lebih besar dari sekadar tambahan satu kemenangan.

Ini adalah kemenangan yang menyelamatkan kepercayaan diri.

Akhir dari Periode Paling Berat

Red Sparks memasuki laga ini dengan beban berat. Sejak ditinggal pulang ke Indonesia oleh Megawati Hangestri Pertiwi, ditambah badai cedera yang menimpa beberapa pemain inti, performa tim merosot tajam.

Kekalahan demi kekalahan menumpuk, hingga tekanan psikologis menjadi musuh utama.

Di titik inilah kemenangan atas Pink Spiders menjadi penting. Bukan karena lawannya tim besar, tetapi karena Red Sparks akhirnya membuktikan bahwa mereka masih mampu mengendalikan pertandingan.

Start Kuat, Mental Terjaga

Sejak set pertama, Red Sparks tampil berbeda. Servis lebih terarah, pertahanan lebih rapi, dan serangan dieksekusi dengan keyakinan.

Set pembuka ditutup meyakinkan dengan skor 25-16, memberi sinyal bahwa laga ini tidak akan menjadi pengulangan kisah lama.

Pink Spiders sempat merespons di set kedua. Pengalaman mereka berbicara, memanfaatkan celah kecil untuk mencuri set 25-23. Namun yang membedakan Red Sparks kali ini adalah respons setelah kehilangan momentum.

Alih-alih runtuh, mereka justru tampil lebih disiplin.

Set Ketiga Penentu Arah

Set ketiga menjadi titik balik. Reli panjang, margin poin tipis, dan tekanan di angka kritis memaksa kedua tim menguji mental.

Red Sparks menang 25-23, bukan karena dominasi mutlak, tetapi karena lebih tenang saat menentukan pilihan serangan.

Set keempat mengulang pola serupa. Pink Spiders berusaha memaksa laga berlanjut, namun Red Sparks tak memberi ruang. Skor 25-21 memastikan kemenangan pertama mereka setelah sekian lama terpuruk.

Zanette Memimpin, Park Yeo-reum Membalas Kepercayaan

Elisa Zanette menjadi motor serangan Red Sparks dengan 29 poin. Ia konsisten menjaga produktivitas di semua fase permainan.

Namun sorotan utama justru jatuh pada Park Yeo-reum. Pemain yang kerap mengawali laga dari bangku cadangan itu menjelma penyelamat. Ia menyumbang 20 poin, dua blok, 17 penyelamatan, serta catatan penerimaan yang solid.

Tingkat keberhasilan serangannya mencapai 40,9 persen—angka yang mencerminkan efisiensi, bukan sekadar volume.

Penampilan Park menjadi simbol kebangkitan tim: pemain pelapis yang akhirnya menjawab kepercayaan.

Pink Spiders Kehilangan Kendali

Di kubu lawan, kekalahan ini terasa pahit. Pink Spiders gagal memanfaatkan peluang untuk mendekati papan atas klasemen.

Tim yang pernah diperkuat legenda voli Korea Kim Yeon-koung itu tertahan di posisi ketiga dengan 53 poin.

Pelatih Pink Spiders, Tomoka Yoshihara, tak menutupi kekecewaannya. Ia menilai masalah timnya bukan semata serangan balik, melainkan akurasi permainan secara keseluruhan.

Menurut Yoshihara, terlalu banyak bola tinggi yang gagal dimanfaatkan dalam transisi serangan. Servis yang tidak menekan justru memberi Red Sparks ruang untuk berkembang. Ia juga menyinggung performa setter yang dinilai belum optimal dan pengambilan keputusan di momen krusial.

Kekalahan ini menegaskan bahwa Pink Spiders belum sepenuhnya stabil saat tekanan meningkat.

Makna Kemenangan bagi Red Sparks

Secara klasemen, posisi Red Sparks belum berubah. Mereka masih berada di dasar tabel. Namun dalam olahraga, terutama voli, momentum psikologis sering kali lebih berharga daripada hitungan angka.

Kemenangan ini memutus narasi negatif. Red Sparks tidak lagi datang ke lapangan dengan bayang-bayang kekalahan. Mereka kini punya referensi bahwa kerja keras bisa berbuah hasil, bahkan saat kondisi tidak ideal.

Bagi tim yang sedang membangun ulang kepercayaan diri, satu kemenangan bisa menjadi titik awal segalanya.

Bukan Akhir, tapi Awal

Putaran keenam masih panjang. Red Sparks masih harus berjuang untuk memperbaiki posisi dan konsistensi. Namun kemenangan atas Pink Spiders telah mengubah atmosfer ruang ganti.

Ini bukan tentang mengejar papan atas. Ini tentang memastikan bahwa tim tidak kehilangan arah.

Dan untuk Red Sparks, kemenangan ini adalah pengingat paling sederhana: mereka belum habis.

Editor : Mahendra Aditya
#Hasil Liga Voli Korea #Red Sparks #Megawati Hangestri #Liga Voli Korea 2026 #Pink Spiders #Red Sparks vs Pink Spiders