JEPARA — Kabar baik datang dari kubu Persijap Jepara.
Rahmat Hidayat yang sempat tumbang saat laga kontra Persebaya Surabaya pada Sabtu (21/2) malam, kini dalam kondisi jauh lebih baik.
Rahmat sebelumnya harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans setelah ambruk di tengah pertandingan.
Insiden tersebut sempat membuat suasana laga memanas dan para pemain terlihat khawatir dengan kondisinya.
Saat jalannya laga, ia tampak mengalami keletihan. Hingga ambruk. Namun sebelumnya sempat melambaikan tangan ke arah wasit.
Dokter tim Persijap, Ary Setiawan, membeberkan bahwa Rahmat telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit pada Minggu (22/2) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, sebelum waktu sahur.
“Kondisinya sudah pulang dari RS, sebelum sahur sekitar jam 03.00. Masih dalam pantauan, tapi kondisinya sudah jauh lebih baik dan sudah kembali ke Mess," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Rahmat didiagnosis mengalami hipoglikemia serta hipokalemia.
Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah turun di bawah batas normal.
Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh dan otak.
Jika kadarnya terlalu rendah, seseorang bisa mengalami gejala seperti lemas, pusing, gemetar, keringat dingin, hingga penurunan kesadaran.
Sementara itu, hipokalemia adalah kondisi ketika kadar kalium dalam darah lebih rendah dari normal.
Kalium berperan penting dalam fungsi otot dan saraf, termasuk menjaga irama jantung tetap stabil.
Kekurangan kalium dapat menyebabkan kram otot, kelelahan, gangguan irama jantung, hingga rasa lemah yang signifikan.
Kombinasi kedua kondisi tersebut dapat membuat tubuh kehilangan energi secara drastis, terutama saat aktivitas fisik intens seperti pertandingan sepak bola.
Saat ini, tim medis masih melakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan kondisi Rahmat benar-benar stabil, sebelum kembali menjalani aktivitas latihan bersama tim.
Meski kemenangan 3-1 atas Persebaya menjadi hasil positif bagi Persijap, kesehatan pemain tetap menjadi prioritas utama tim.
Editor : Mahendra Aditya