BANDUNG - Tersingkirnya Persib Bandung dari ajang AFC Champions League Two menjadi titik akhir perjalanan mereka di level Asia musim ini.
Setelah gagal melangkah lebih jauh akibat kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC, Maung Bandung kini memutar haluan sepenuhnya ke kompetisi dalam negeri.
Meski sempat menang 1-0 pada leg kedua, hasil tersebut tidak cukup menyelamatkan langkah mereka.
Kini fokus utama skuad biru tertuju ke BRI Super League, terutama menjelang duel penting kontra Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Minggu, 22 Februari 2026.
Liga menjadi satu-satunya panggung yang tersisa untuk menjaga asa meraih prestasi musim ini.
Lupakan Asia, Tatap Papan Atas
Pelatih Bojan Hodak meminta anak asuhnya tidak terjebak dalam bayang-bayang kegagalan.
Ia menegaskan bahwa kompetisi Asia sudah menjadi bagian dari masa lalu dan kini saatnya memaksimalkan peluang di liga.
Menurut Hodak, Persib masih berada dalam jalur persaingan papan atas.
Karena itu, konsistensi menjadi harga mati.
Ia juga mengingatkan kekalahan 1-2 dari Persita di pertemuan pertama sebagai pelajaran berharga yang tak boleh terulang.
Fokus, disiplin, dan efektivitas permainan menjadi tiga hal yang terus ditekankan dalam sesi latihan terakhir.
Persita: Ujian Sekaligus Momentum Pelampiasan
Laga melawan Persita memiliki makna ganda.
Selain menjadi ajang revans atas kekalahan sebelumnya, pertandingan ini juga membuka peluang bagi Persib untuk merangsek ke posisi teratas klasemen sementara.
Tambahan tiga poin akan memperbesar kans mereka menggeser pesaing di papan atas.
Situasi inilah yang membuat duel di Bandung bukan sekadar laga rutin, melainkan momentum penting dalam perburuan gelar.
Meski demikian, Hodak tak ingin timnya terlena. Persita dinilai memiliki organisasi permainan yang solid dan mampu memberi tekanan balik jika lengah.
Artinya, Persib harus tampil agresif sekaligus cerdas.
Mental Baja di Tengah Tekanan
Bek Persib, Federico Barba, menegaskan bahwa ruang ganti sudah sepakat untuk menutup lembaran Asia.
Baginya, satu-satunya cara menjawab kekecewaan adalah dengan kemenangan demi kemenangan di liga domestik.
Barba menyebut atmosfer tim tetap positif. Para pemain percaya bahwa peluang menjadi juara masih terbuka lebar selama mereka mampu menjaga fokus hingga akhir musim.
Tekanan publik dianggap sebagai motivasi tambahan, bukan beban.
Momentum Penentuan Arah Musim
Pertandingan ini bisa menjadi titik balik perjalanan Persib musim ini.
Jika mampu menaklukkan Persita, kepercayaan diri tim akan kembali terangkat, sekaligus menjaga tekanan kepada rival-rival di papan atas.
Kemenangan di GBLA bukan hanya soal tiga angka. Lebih dari itu, ini tentang pesan bahwa Persib belum habis. Mereka masih menjadi kandidat kuat dalam perebutan gelar Super League.
Dari Luka Menjadi Tenaga Tambahan
Kegagalan melangkah jauh di Asia memang menyisakan rasa getir.
Namun situasi tersebut justru bisa menjadi bahan bakar emosional untuk tampil lebih tajam di kompetisi domestik.
Kini sorotan sepenuhnya mengarah ke GBLA. Jika mampu mengubah kekecewaan menjadi performa solid, Persib berpeluang menjadikan laga kontra Persita sebagai pijakan menuju puncak klasemen.
Dari pahitnya Asia, Maung Bandung bertekad menulis cerita baru di liga.
Editor : Mahendra Aditya